All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: iBox Official Shop
ELEKTRONIK & GADGET | SMART DEVICE

MacBook Neo untuk Kerja dan Kuliah Harian, Cukup Kuat atau Cuma Gaya-gayaan?

Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit

Sabtu, 15 Aug 2026 18:05 WIB

Pengen pakai MacBook tapi budget kepentok, akhirnya banyak yang mikir dua kali dan tetap pilih laptop Windows meski sebenarnya lebih pengen coba ekosistem Apple. MacBook Neo hadir buat menjawab kebutuhan itu, tapi pertanyaannya, apakah performanya beneran cukup buat kerja dan kuliah harian, atau cuma menang nama doang?

Tentang MacBook Neo

MacBook Neo adalah laptop pertama dari Apple yang memakai chip A18 Pro, chip yang sebelumnya dikenal sebagai otak dari iPhone 16 Pro, bukan chip seri M yang biasa dipakai di lini MacBook lain. Langkah ini jadi terobosan karena memungkinkan Apple menekan harga jual laptop ini jauh di bawah MacBook Air.

Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: iBox Official Shop

Apple

Apple Macbook Neo

Rekomendit Rp13.000.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Laptop ini hadir dengan layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2408x1506, RAM 8GB, dan pilihan storage 256GB atau 512GB. Meski beberapa fitur premium seperti Touch ID di model dasar dan keyboard backlit ditiadakan untuk menekan harga, desain body-nya tetap mempertahankan estetika khas MacBook dengan material aluminium.

Performa MacBook Neo untuk Kerja dan Kuliah Harian

Untuk kebutuhan dasar seperti mengetik dokumen, browsing dengan banyak tab terbuka, video call untuk kelas online atau meeting kerja, chip A18 Pro terbukti mampu menangani beban kerja ini dengan lancar. Chip ini memang awalnya dirancang untuk smartphone flagship, sehingga efisiensinya cukup tinggi untuk tugas-tugas non-berat.

Multitasking ringan seperti membuka aplikasi office, browser dengan puluhan tab, dan aplikasi chat secara bersamaan juga masih tertangani baik berkat RAM 8GB, meski untuk pengguna yang terbiasa multitasking sangat berat, kapasitas RAM ini bisa terasa terbatas dibanding MacBook Air dengan RAM lebih besar.

Baterai yang diklaim tahan hingga 16 jam jadi nilai tambah signifikan untuk mahasiswa yang seharian di kampus tanpa selalu dekat colokan, atau pekerja yang sering pindah tempat kerja dari kafe ke kantor.

Keunggulan MacBook Neo

Harga masuk ekosistem Apple yang jauh lebih terjangkau. Ini jadi daya tarik utama MacBook Neo, membuka akses ke macOS dan ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan budget setara MacBook Air atau Pro.

Desain tetap premium khas MacBook. Meski harganya ditekan, material aluminium dan estetika desain tetap mempertahankan ciri khas MacBook, tidak terlihat seperti laptop budget pada umumnya.

Baterai tahan lama untuk mobilitas tinggi. Klaim hingga 16 jam pemakaian jadi salah satu keunggulan yang relevan buat mahasiswa dan pekerja yang seharian beraktivitas di luar rumah.

Performa cukup untuk kebutuhan produktivitas dasar. Untuk mengetik, browsing, dan multitasking ringan, chip A18 Pro terbukti mampu menangani beban kerja harian tanpa lag berarti.

Integrasi mudah dengan ekosistem Apple lain. Kalau kamu sudah pakai iPhone atau iPad, MacBook Neo menawarkan sinkronisasi yang mulus lewat fitur seperti AirDrop dan Handoff, mempermudah alur kerja lintas perangkat.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan
RAM 8GB yang tidak bisa di-upgrade jadi batasan utama untuk kamu yang butuh multitasking berat, seperti editing video atau menjalankan banyak aplikasi desain secara bersamaan. Untuk kebutuhan ini, MacBook Air atau Pro tetap lebih disarankan.

Model dasar tidak dilengkapi Touch ID dan keyboard backlit, fitur yang mungkin terasa kurang praktis untuk kamu yang terbiasa dengan fitur tersebut di laptop sebelumnya.

Konektivitas terbatas pada dua port USB-C tanpa MagSafe, sehingga kamu mungkin perlu adaptor tambahan untuk menghubungkan perangkat lain seperti HDMI atau card reader.

Cocok untuk Siapa?

MacBook Neo paling cocok untuk mahasiswa dan pekerja dengan kebutuhan komputasi dasar hingga menengah, seperti mengetik, browsing, video call, dan multitasking ringan, yang ingin masuk ekosistem Apple tanpa budget besar.

Kalau kebutuhanmu melibatkan editing video, desain grafis berat, atau software profesional yang butuh banyak resource, laptop ini kurang ideal dan MacBook Air atau Pro tetap jadi pilihan yang lebih tepat.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Cukup untuk kebutuhan dasar seperti mengetik tugas, browsing riset, video call kelas online, dan multitasking ringan. Untuk software berat seperti editing video atau desain grafis kompleks, performanya mungkin terasa terbatas dibanding MacBook Air atau Pro.

 

A18 Pro awalnya dirancang untuk smartphone flagship seperti iPhone 16 Pro, sementara chip M-series dirancang khusus untuk performa komputer dengan kemampuan multitasking dan rendering yang lebih tinggi. A18 Pro tetap efisien untuk tugas ringan, namun secara raw performance umumnya di bawah chip M-series.

 

Tidak. Seperti kebanyakan laptop Apple modern, RAM pada MacBook Neo tertanam permanen dan tidak bisa di-upgrade setelah pembelian, jadi penting mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang sebelum memutuskan kapasitas RAM saat membeli.

 

Untuk game kasual atau ringan, chip A18 Pro cukup mumpuni. Namun untuk gaming AAA atau game dengan requirement grafis tinggi, MacBook Neo bukan pilihan ideal karena keterbatasan RAM dan arsitektur chip yang lebih fokus efisiensi dibanding performa grafis tinggi.

 

Klaim resmi menyebutkan hingga 16 jam, namun durasi aktual bisa bervariasi tergantung intensitas penggunaan, seperti brightness layar, jumlah aplikasi yang berjalan, dan koneksi internet yang aktif secara terus-menerus.

Deals

Loading ...