Takut Kepotong? Ini Panduan Pilih Gunting Kuku yang Aman untuk Anabul
Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit
Rabu, 01 Jul 2026 21:07 WIB
Memotong kuku kucing atau anjing sendiri di rumah sering bikin was-was, apalagi kalau khawatir memotong terlalu dalam sampai mengenai bagian pembuluh darah kuku. Gunting kuku yang dirancang khusus untuk hewan peliharaan biasanya sudah mempertimbangkan faktor keamanan ini lewat desain bentuk dan fitur tambahan. Berikut tiga pilihan gunting kuku yang bisa jadi pertimbangan kamu.
FOCAT menghadirkan gunting kuku dengan tambahan kikiran dalam satu paket, sehingga setelah memotong kuku kamu bisa langsung menghaluskan bagian ujung tanpa perlu alat terpisah. Desain pegangan yang ergonomis juga membantu kontrol lebih presisi saat memotong.
Fitur kikiran ini cukup berguna terutama untuk anabul yang kukunya cenderung tajam dan berisiko menggores saat bermain atau digendong.
Pawsitive Vibes juga menawarkan kombinasi gunting dan kikiran dalam satu set. Desainnya yang ringkas memudahkan penyimpanan dan dibawa kalau kamu perlu melakukan perawatan kuku saat traveling bersama anabul.
Bentuk mata gunting yang melengkung pada produk sejenis ini umumnya dirancang menyesuaikan bentuk alami kuku kucing dan anjing, membantu mengurangi risiko memotong pada sudut yang salah.
PAWCARE fokus pada desain standar yang mudah dipahami pemula, dengan penekanan pada kenyamanan pegangan saat digunakan. Cocok untuk kamu yang baru pertama kali mencoba memotong kuku anabul sendiri di rumah tanpa banyak fitur tambahan yang membingungkan.
Ukurannya yang pas di tangan membuat kontrol tekanan saat memotong jadi lebih mudah, mengurangi risiko memotong terlalu dalam.
Cara Memotong Kuku Anabul dengan Aman
Sebelum memotong, pastikan anabul dalam kondisi tenang, kalau perlu lakukan saat mereka sedang santai atau habis bermain agar tidak terlalu aktif bergerak. Potong sedikit demi sedikit dari ujung kuku, hindari memotong terlalu dalam mendekati bagian quick atau pembuluh darah kuku yang biasanya terlihat sebagai garis merah muda pada kuku yang transparan. Kalau ragu, potong lebih sedikit dulu dan ulangi bertahap daripada langsung memotong banyak sekaligus.
Segera tekan bagian yang berdarah dengan kain bersih atau bubuk styptic powder kalau ada, untuk membantu menghentikan pendarahan. Kalau darah tidak berhenti dalam beberapa menit atau anabul terlihat sangat kesakitan, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.
Frekuensinya tergantung aktivitas dan tingkat pertumbuhan kuku masing-masing hewan, tapi umumnya setiap 2-4 minggu sudah cukup. Anjing yang sering beraktivitas di permukaan kasar seperti aspal biasanya butuh potong kuku lebih jarang karena kuku juga terkikis secara alami.
Tidak disarankan karena bentuk mata gunting manusia tidak menyesuaikan struktur kuku hewan yang cenderung melengkung, sehingga risiko memotong pada sudut yang salah jadi lebih tinggi. Gunting khusus hewan dirancang mengikuti bentuk kuku kucing dan anjing agar lebih aman.
Kikiran membantu menghaluskan bagian ujung kuku setelah dipotong, mengurangi risiko kuku yang tajam menggores kulit manusia atau permukaan furnitur. Fitur ini terutama berguna untuk anabul yang aktif bermain dan sering bersentuhan langsung dengan pemiliknya.