Apakah Sepatu Trekking Lokal Sekuat Brand Global buat Pendaki Pemula?
Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit
Minggu, 05 Jul 2026 21:38 WIB
Mau mulai serius hiking tapi masih ragu investasi sepatu trekking mahal? Kamu nggak sendirian. Banyak pendaki pemula lebih dulu coba opsi lokal buat ngerasain sensasi pakai sepatu khusus medan sebelum upgrade ke brand yang lebih premium. Dua pilihan yang layak dilirik adalah Lavio Shinji-X dan Calio Giant Low, sama-sama model low cut dari brand lokal yang fokus di segmen sepatu outdoor.
Lavio Shinji-X mengusung desain low cut dengan tampilan yang lebih ke arah sneaker outdoor, jadi nggak cuma bisa dipakai naik gunung tapi juga nyaman buat aktivitas harian atau traveling. Bagian upper menggunakan kombinasi material sintetis dan suede, memberi kesan solid tanpa bikin sepatu terasa berat.
Outsole-nya memakai TPR alias Thermo Plastic Rubber yang punya daya cengkeram cukup baik di berbagai permukaan, dari tanah kering sampai jalur berbatu ringan. Tersedia dalam rentang ukuran yang cukup lengkap, mulai dari 39 sampai 44, jadi lebih mudah menyesuaikan dengan ukuran kaki masing-masing.
Kalau Lavio Shinji-X condong ke gaya sneaker, Calio Giant Low tampil lebih ke arah boots trekking klasik. Upper-nya kombinasi PU leather dan suede dengan jahitan keliling di seluruh bagian sepatu, detail konstruksi yang biasanya jadi penanda daya tahan lebih baik untuk pemakaian jangka panjang.
Outsole karetnya dirancang anti slip untuk berbagai medan, cocok dipakai trekking, hiking, sampai touring. Ukuran yang tersedia mulai dari 39 sampai 43, sedikit lebih terbatas dibanding Shinji-X tapi tetap mencakup rentang ukuran yang umum dipakai pendaki lokal.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Beli
Sebelum memutuskan salah satu atau bahkan keduanya, ada beberapa catatan penting. Sepatu trekking lokal seperti Lavio Shinji-X dan Calio Giant Low umumnya diposisikan untuk medan ringan sampai menengah, jadi kurang ideal dipakai untuk pendakian teknis dengan medan ekstrem berbatu tajam atau salju. Material sintetis pada upper juga butuh perawatan lebih hati-hati dibanding kulit asli, terutama soal ketahanan terhadap gesekan berulang dalam jangka panjang.
Ukuran juga jadi hal yang wajib dicek dengan teliti. Karena keduanya berasal dari brand lokal dengan standar ukuran yang bisa sedikit berbeda dari sepatu impor, sebaiknya sesuaikan dengan panduan insole masing-masing produk daripada asal pilih berdasarkan ukuran sepatu brand lain yang biasa kamu pakai.
Kenapa Sepatu Trekking Lokal Layak Dipertimbangkan
Buat pendaki pemula, investasi besar di sepatu trekking premium kadang terasa berat, apalagi kalau belum tahu seberapa sering aktivitas hiking akan dilakukan ke depannya. Sepatu trekking lokal seperti Lavio Shinji-X dan Calio Giant Low jadi jalan tengah yang masuk akal, tetap punya fitur dasar yang dibutuhkan seperti outsole anti slip dan konstruksi upper yang cukup kuat, tanpa harus langsung komit ke produk kelas atas.
Selain itu, tersedianya rentang ukuran yang cukup lengkap dari kedua brand ini memudahkan pendaki dengan berbagai ukuran kaki untuk menemukan opsi yang pas. Fungsi dasar yang tetap terpenuhi tanpa proses adaptasi yang rumit membuat kategori sepatu trekking lokal semakin diminati, terutama oleh komunitas hiking pemula yang baru mulai eksplorasi gunung-gunung di Indonesia.
Sepatu trekking umumnya punya outsole dengan grip lebih dalam untuk cengkeram medan tidak rata, material upper yang lebih tahan gesekan, dan konstruksi jahitan yang dirancang untuk pemakaian intens di luar ruangan. Sepatu sneaker biasa lebih fokus ke kenyamanan harian di permukaan rata seperti jalan aspal atau lantai mal.
Bisa. Desainnya yang menyerupai sneaker outdoor membuat Lavio Shinji-X fleksibel dipakai untuk traveling, jalan kaki jarak jauh, atau aktivitas harian selain hiking, tanpa terlihat terlalu "sepatu gunung" saat dipakai di kota.
Outsole karet Calio Giant Low dirancang anti slip untuk berbagai medan, termasuk permukaan berbatu atau sedikit basah. Meski begitu, tetap disarankan berhati-hati di medan yang sangat licin atau berlumpur tebal, karena performa grip tetap ada batasnya dibanding sepatu khusus medan ekstrem.
Sebaiknya pilih ukuran yang sesuai dengan ukuran sepatu harian kamu, dengan sedikit ruang lebih di bagian depan untuk kenyamanan saat medan menurun. Cek juga panduan ukuran insole dari masing-masing brand karena standar ukuran bisa sedikit berbeda antar merek.
Kedua model yang dibahas di artikel ini adalah versi pria. Brand yang sama juga punya varian khusus wanita di beberapa lini produk lain, jadi kamu bisa cek koleksi brand tersebut kalau butuh opsi serupa untuk ukuran kaki wanita.