Sprei Gerah Bikin Tidur Nggak Nyenyak? Kenali Dulu Bahan Sebelum Ganti Bedcover
Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit
Senin, 13 Jul 2026 19:35 WIB
Ganti sprei baru tapi masih terasa gerah waktu tidur, padahal motifnya sudah cantik? Bisa jadi bukan motif yang jadi masalah, tapi bahan kainnya yang kurang cocok sama suhu kamar kamu. Sebelum beli bedcover set baru, ada baiknya kenalan dulu sama dua jenis bahan yang paling sering dipakai.
Tomomi
Rise Sprei Set Bed Cover Bahan Tencel Motif Keiyona
Rp4.400.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
1. Bedcover Cotton Sateen
Bahan ini punya tenunan yang padat dengan permukaan sedikit berkilau dan terasa lembut saat disentuh. Cotton sateen termasuk bahan yang cukup menyerap keringat dengan baik, cocok untuk pemakaian harian yang konsisten.
Kelebihan lain dari cotton sateen adalah kemudahan perawatannya. Bahan ini relatif lebih tahan terhadap pencucian mesin dan tidak terlalu rewel soal suhu air, jadi cocok buat kamu yang ingin bedcover yang praktis dirawat tanpa ritual cuci khusus.
Rise
Rise Sprei Set Bed Cover Bahan Tencel Motif Keiyona
Rp4.200.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Bedcover Tencel
Tencel, atau dikenal juga dengan nama lyocell, berasal dari serat pohon seperti eucalyptus. Karakteristik utamanya adalah sifat termoregulasi, artinya bahan ini bisa beradaptasi dengan suhu tubuh dan lingkungan, terasa adem saat cuaca panas dan sedikit lebih hangat saat cuaca dingin.
Tekstur Tencel cenderung lebih halus dan mendekati sensasi sutra dibanding katun biasa, tapi tetap breathable sehingga tidak bikin gerah. Bahan ini juga cocok untuk kulit sensitif karena serat alaminya cenderung lebih lembut dan minim risiko iritasi.
Tips Tambahan Merawat Bedcover Sesuai Bahan
Untuk bedcover cotton sateen, kamu bisa mencucinya dengan mesin cuci menggunakan air hangat atau dingin tanpa perlu perlakuan khusus, lalu jemur di tempat teduh untuk menjaga warna tetap awet dalam waktu lama.
Untuk bedcover Tencel, sebaiknya gunakan air dingin saat mencuci dan hindari pengering panas bersuhu tinggi, karena serat alaminya bisa lebih rentan menyusut atau kehilangan tekstur lembutnya kalau terkena panas berlebih secara berulang.
Apa pun bahannya, ganti sprei dan bedcover secara rutin, idealnya seminggu sekali, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tidur, terutama kalau kamu tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi yang mudah memicu tumbuhnya tungau atau bakteri pada tekstil kamar tidur.
Keduanya bisa jadi pilihan, tapi Tencel unggul dari sisi kemampuan termoregulasi yang membuatnya terasa adem meski cuaca panas dan lembap. Cotton sateen juga cukup nyaman karena daya serap keringatnya yang baik.
Sedikit lebih perlu perhatian, terutama soal suhu air saat mencuci dan proses pengeringan. Cotton sateen cenderung lebih fleksibel dan tahan terhadap pencucian mesin dengan berbagai suhu air.
Umumnya tidak, cotton sateen termasuk bahan yang cukup ramah untuk kebanyakan jenis kulit. Namun untuk kulit yang sangat sensitif atau mudah alergi, Tencel bisa jadi pilihan yang lebih diutamakan karena sifat seratnya yang lebih halus.
Proses produksi Tencel lebih kompleks karena melibatkan ekstraksi serat dari kayu, ditambah bahan ini sering harus diimpor, sehingga biaya produksinya lebih tinggi dibanding katun yang lebih umum dan mudah didapat.