All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: DC/Zalora
PAKAIAN PRIA | TAS

Hip Pack Bahan Daur Ulang, Cara Baru Milih Tas Streetwear yang Nggak Cuma Ikut Tren

Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit

Rabu, 02 Sep 2026 20:08 WIB

Beli hip pack cuma modal lihat warnanya cakep di feed doang? Wajar sih, tapi banyak yang baru sadar belakangan kalau resletingnya gampang macet atau bahannya bau apek cuma dalam beberapa bulan. Padahal hip pack itu dipakai nempel di badan tiap hari, jadi kualitasnya jauh lebih penting dibanding sekadar tampilan.

Kenapa Nggak Semua Hip Pack Sama Kualitasnya?

Hip pack sekilas terlihat sederhana, cuma kantong kecil dengan tali pinggang. Tapi detail yang sering luput dari perhatian justru yang menentukan tas ini tahan berapa lama, mulai dari jenis bahan, jumlah kompartemen, sampai jenis resleting yang dipakai. Berikut panduan yang bisa kamu pakai sebelum checkout.

Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: DC/Zalora

DC

DC Tussler 4 Hip Pack

Rekomendit Rp349.000 di Lainnya

“harga saat kami review”

  1. Cek Jenis Bahan, Jangan Cuma Lihat Warnanya

    Bahan hip pack umumnya nylon, polyester biasa, atau recycled polyester. Dari segi ketahanan, ketiganya bisa sama-sama kuat, tapi recycled polyester punya nilai tambah dari sisi keberlanjutan karena diproduksi dari material daur ulang, bukan bahan baku baru.

    DC Tussler 4 Hip Pack, misalnya, memakai material 100% recycled polyester dan masuk dalam program Earth Edit di platform tempatnya dijual, semacam label yang menandai produk dengan komponen material ramah lingkungan. Kalau kamu mulai peduli soal jejak produksi fashion, ini poin yang layak dicek sebelum beli, nggak cuma soal warna hitam solid yang gampang dipadukan.

  2. Hitung Jumlah dan Fungsi Kompartemen

    Hip pack yang bagus nggak cuma punya satu ruang besar. Idealnya ada pemisahan jelas, misalnya kantong depan dengan resleting untuk barang yang sering diakses seperti kunci atau kartu, kompartemen utama untuk dompet dan ponsel, kantong belakang untuk barang yang jarang dikeluarkan, plus kantong mesh di dalam untuk barang kecil biar nggak tercecer.

    Semakin jelas pembagian ruangnya, semakin gampang kamu cari barang tanpa harus ngubek-ngubek satu kompartemen besar setiap kali butuh sesuatu.

  3. Perhatikan Jenis Resleting dan Tali Pinggang

    Resleting adalah bagian yang paling sering rusak duluan di hip pack murahan. Cari tas dengan resleting yang terasa halus saat ditarik, tidak seret, dan giginya rapat. Untuk tali pinggang, pastikan modelnya adjustable dengan buckle yang kokoh, karena tali yang gampang kendur bikin hip pack melorot terus selama dipakai gerak aktif.

  4. Sesuaikan dengan Gaya yang Mau Dibangun

    Hip pack model solid color dengan detail logo minimal, seperti yang dipakai DC Tussler 4, cenderung lebih fleksibel dipadukan ke berbagai outfit streetwear dibanding motif ramai. Kalau kamu baru mulai membangun gaya streetwear, mulai dari warna netral seperti hitam jauh lebih aman sebelum eksplorasi warna atau motif yang lebih berani.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Hip pack umumnya berukuran one size dengan tali adjustable, jadi kurang fleksibel untuk kebutuhan menyimpan barang besar seperti laptop atau buku tebal. Material recycled polyester juga tetap perlu disimpan di tempat kering agar warnanya tidak cepat kusam meski secara ketahanan gores tergolong baik.

Cocok untuk Siapa?

Panduan ini paling relevan buat kamu yang baru mau beli hip pack pertama dan masih bingung bedanya kualitas bagus dan asal murah. Cocok juga untuk kamu yang mulai mempertimbangkan aspek material ramah lingkungan dalam belanja fashion, bukan cuma soal harga dan tampilan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Secara fungsi keduanya mirip, sama-sama dipakai di pinggang. Bedanya lebih ke istilah dan konteks gaya, hip pack sering diasosiasikan dengan gaya streetwear dan skate culture, sementara waist bag istilah yang lebih umum dipakai lintas gaya.

Ya, secara kekuatan dan ketahanan gores recycled polyester setara dengan polyester konvensional. Bedanya ada di proses produksinya yang memanfaatkan material daur ulang, bukan pada performa fisik bahan jadi.

Minimal 3 sampai 4 ruang terpisah sudah cukup untuk kebutuhan harian, satu untuk barang yang sering diakses seperti kunci, satu untuk dompet dan ponsel, dan satu kantong tambahan untuk barang kecil seperti earphone atau kartu.

Desainnya memang dekat dengan gaya urban classic dan skate culture, dengan tali pinggang adjustable dan kompartemen resleting yang aman untuk barang penting, sehingga cukup mendukung untuk aktivitas aktif harian.

Dari sisi tampilan, warna solid seperti hitam cenderung lebih fleksibel dipadukan dalam jangka panjang dan tidak terikat tren motif musiman, meski dari sisi ketahanan bahan keduanya bisa sama saja tergantung kualitas material.

Deals

Loading ...