Samba OG Masih Tren di 2026 atau Sudah Lewat? Cek Dulu Sebelum Beli
Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit
Sabtu, 26 Sep 2026 16:07 WIB
Sneakers yang lagi ramai biasanya cepat berganti. Samba sudah muncul di lapangan sejak 1949 dan masih sering terlihat di jalan, kampus, sampai kantor kasual. Pertanyaannya, apakah Samba OG cokelat masih layak dibeli sekarang, atau kamu sebaiknya menunggu tren berikutnya?
Samba OG Cokelat
Samba dirancang oleh Adolf Dassler pada 1949 supaya pemain sepak bola bisa berlatih di lapangan yang keras dan licin. Model ini tercatat terjual lebih dari 35 juta pasang di seluruh dunia dan menjadi salah satu desain adidas terlaris. Varian ID1481 memakai warna Brown, Putty Grey, dan Gold Metallic. Upper-nya kulit dengan overlay suede di ujung depan, sedangkan sol luarnya karet gum dengan logo tiga garis bergerigi khas adidas.
Adidas
adidas Lifestyle Samba OG Shoes Unisex Brown ID1481
Rp2.000.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Keunggulan Samba OG Cokelat
1. Desain yang Sudah Teruji Puluhan Tahun Siluet low-profile dengan ujung suede dan sol gum sudah dikenal luas. Karena tidak bergantung pada tren musiman, model seperti ini cenderung tetap relevan.
2. Warna Cokelat yang Hangat dan Netral Cokelat mudah dipadukan dengan jeans biru, celana krem, atau celana hitam. Aksen gold metallic memberi detail kecil tanpa terlihat berlebihan.
3. Kombinasi Kulit dan Suede Kulit memberi kesan rapi, sementara suede menambah tekstur di area ujung depan. Kombinasi ini membuat sepatu terlihat lebih mewah dibanding sneakers berbahan sintetis polos.
4. Sol Gum dengan Alur untuk Cengkeraman Sol karet gum memberi grip yang baik di permukaan biasa dan menambah nuansa retro.
5. Fleksibel dari Kasual sampai Smart Casual Bentuknya ramping, jadi bisa dipakai dengan celana bahan untuk kantor kasual, tanpa terlihat terlalu sporty.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
- Sol Samba cenderung flat dan tidak dirancang sebagai sepatu olahraga modern. Untuk jalan jauh berjam-jam, kamu mungkin merasa kurang empuk dibanding sneakers berbantalan tebal.
- Kulit dan suede butuh perawatan. Suede tidak suka air, dan sol gum mudah menyerap noda. Sikat rutin dan hindari genangan.
- Kulit yang baru bisa terasa kaku di awal pemakaian. Pakai bertahap beberapa hari supaya sepatu menyesuaikan bentuk kakimu, dan cek panduan ukuran sebelum memilih size.
- Samba sangat populer, jadi kamu akan sering melihat orang lain memakai model serupa. Kalau kamu mencari sneakers yang jarang terlihat, pilih siluet lain.
Cocok untuk Siapa?
- Kamu yang suka sneakers klasik dengan karakter dan tidak ingin mengejar tren cepat
- Pekerja kantoran kasual yang butuh sneakers rapi untuk celana bahan
- Pemakai harian yang bersedia merawat kulit dan suede
Model ini masih populer dan tercatat terjual lebih dari 35 juta pasang sejak dirilis. Karena desainnya klasik, Samba cenderung dipakai lintas tren dan tidak terikat musim.
Samba OG mengacu pada versi yang lebih setia pada desain asli. Untuk detail perbedaan pada tiap edisi, cek keterangan resmi produk.
Untuk aktivitas kasual, umumnya cukup nyaman. Solnya flat, jadi kurang ideal untuk jalan sangat jauh atau olahraga.
Jeans biru, celana krem, chino, atau celana bahan hitam. Kaus polos dan kemeja sederhana membuat sepatunya jadi fokus.
Tidak ideal. Suede tidak tahan air. Pakai pelindung khusus dan hindari genangan.
Cari Produk Yang Lain?
Belum Punya Koleksi dari Dr Martens? Ini 5 Cara Padu Padannya
Ternyata Begini Merawat Sneakers Samba Biar Suede Tetap Hidup
Sepatu Dr. Martens Masih Terasa Kaku? Ini Cara Break-In agar Lebih Nyaman
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Loafers Kulit Lokal Layak Jadi Investasi Sepatu Kerja
Butuh Sneakers yang Nggak Susah Dipadukan? Model Low Profile Bisa Jadi Solusi