Bulu Kucing Rontok dan Kusam? Ini Cara Merawatnya agar Tetap Sehat
Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit
Sabtu, 17 Oct 2026 04:05 WIB
Bulu kucing yang terlihat lebat dan berkilau memang sering menjadi tanda bahwa perawatannya diperhatikan. Namun, kondisi bulu tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering anabul dimandikan atau disisir. Kesehatan kulit, asupan nutrisi, dan kebiasaan merawat bulu juga perlu diperhatikan. Jika kamu memelihara kucing atau anjing, ada beberapa rutinitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kondisi kulit dan bulunya.
Kenapa Bulu Kucing Bisa Rontok dan Kusam?
Kerontokan bulu pada kucing tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Kucing secara alami mengalami pergantian bulu, tetapi kerontokan yang disertai kebotakan, kulit kemerahan, sisik, atau rasa gatal perlu diperhatikan. Bulu kusam dan mudah kusut juga bisa membuat proses grooming lebih sulit. Pada kucing berbulu panjang, bulu yang menggumpal bahkan dapat menarik kulit dan menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, pemilik perlu membedakan kerontokan yang masih wajar dengan perubahan kondisi bulu yang disertai gejala lain.
Virbac
[SUNNYPAWS] Virbac Megaderm 250 ML Vitamin Bulu Kulit Kucing Anjing Botol Freshpack
Rp825.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Virbac Megaderm
Virbac Megaderm merupakan suplemen asam lemak esensial untuk kucing dan anjing. Produk ini mengandung omega-6 dan omega-3 dengan rasio 5:1, termasuk asam linoleat, GLA, EPA, dan DHA. Asam lemak esensial berperan dalam mendukung kesehatan kulit. Suplemen dapat menjadi pelengkap asupan nutrisi apabila memang dibutuhkan, tetapi bukan pengganti pakan lengkap dan seimbang atau pengobatan untuk penyakit kulit.
6 Cara Merawat Bulu Kucing dan Anjing agar Tetap Sehat
1. Sisir bulu secara rutin
Menyisir membantu mengangkat bulu mati, mengurangi kusut, dan memudahkan kamu memeriksa kondisi kulit anabul. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan jenis dan panjang bulu. Kucing berbulu panjang biasanya membutuhkan penyisiran lebih sering dibandingkan kucing berbulu pendek. Lakukan dengan lembut, terutama pada area perut, belakang telinga, dan bagian tubuh yang mudah kusut.
2. Mandikan sesuai kebutuhan
Tidak semua kucing perlu sering dimandikan karena mereka mampu membersihkan tubuhnya sendiri. Mandi bisa dilakukan ketika bulu sangat kotor atau ketika ada kebutuhan khusus sesuai anjuran dokter hewan. Untuk anjing, frekuensi mandi dapat disesuaikan dengan jenis bulu, aktivitas, dan kondisi kulit. Gunakan sampo khusus hewan, bukan produk perawatan rambut manusia.
3. Keringkan bulu setelah mandi
Setelah mandi, gunakan handuk untuk menyerap air secara perlahan. Pastikan bulu, terutama pada hewan berbulu tebal, tidak menyisakan bagian yang basah di dekat kulit.
Jika menggunakan pengering rambut, pilih suhu rendah, jaga jarak, dan hentikan jika anabul menunjukkan tanda stres. Hindari udara panas yang dapat mengiritasi kulit.
4. Periksa kondisi kulit saat grooming
Jangan hanya memperhatikan bulunya. Sisihkan bulu secara perlahan untuk memeriksa apakah ada kemerahan, sisik, luka, benjolan, atau area yang mengalami kerontokan tidak biasa. Perhatikan juga apakah anabul sering menjilat, menggigit, atau menggaruk bagian tubuh tertentu. Gejala tersebut bisa memiliki beragam penyebab sehingga tidak cukup untuk menentukan diagnosis sendiri.
5. Kenali tanda kurap pada kucing
Kurap merupakan infeksi jamur yang dapat menyerang kulit, bulu, dan kuku. Tanda yang mungkin terlihat meliputi bercak bulat dengan bulu rontok, kulit bersisik, serta kuku yang tampak kasar. Kucing berbulu panjang terkadang dapat membawa infeksi tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Jika kamu mencurigai kurap, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Kurap juga bisa menular ke manusia melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Selama menunggu pemeriksaan, hindari kontak langsung dengan area yang dicurigai terinfeksi, cuci tangan setelah menangani anabul, dan bersihkan perlengkapan yang digunakan bersama.
6. Pastikan asupan nutrisi mendukung kesehatan kulit
Kulit dan bulu membutuhkan asupan nutrisi yang memadai, termasuk protein dan asam lemak esensial. Karena itu, pilih pakan lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan serta tahap kehidupan anabul. Suplemen omega dapat dipertimbangkan jika dibutuhkan, misalnya untuk melengkapi dukungan nutrisi kulit. Salah satu pilihannya adalah Virbac Megaderm, yang mengandung omega-6 dan omega-3 dengan rasio 5:1.
Namun, jangan menganggap suplemen sebagai solusi untuk semua masalah kerontokan. Jika bulu rontok disertai luka, gatal, atau kebotakan, cari tahu penyebabnya bersama dokter hewan terlebih dahulu.
Kapan Bulu Rontok Perlu Diperiksakan ke Dokter Hewan?
Kerontokan ringan dapat menjadi bagian dari siklus pergantian bulu. Namun, kamu perlu lebih waspada jika menemukan kondisi berikut:
- Bulu rontok hingga membentuk area kebotakan.
- Kulit terlihat kemerahan, bersisik, atau mengalami luka.
- Anabul terus menggaruk, menjilat, atau menggigit tubuhnya.
- Muncul bercak bulat dengan bulu rontok yang dicurigai sebagai kurap.
- Kondisi kulit dan bulu memburuk atau tidak membaik meskipun sudah dirawat.
Jangan langsung memberikan suplemen atau obat tanpa mengetahui penyebabnya. Masalah kulit bisa berkaitan dengan infeksi jamur, parasit, alergi, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
Sisir bulu secara rutin, gunakan pakan lengkap dan seimbang, lakukan grooming sesuai kebutuhan, serta periksa kondisi kulit. Jika kerontokan membentuk kebotakan atau disertai gatal dan kemerahan, konsultasikan dengan dokter hewan.
Frekuensinya bergantung pada jenis dan panjang bulu. Kucing berbulu panjang umumnya membutuhkan penyisiran lebih sering untuk mencegah kusut, sedangkan kucing berbulu pendek bisa membutuhkan rutinitas yang lebih sederhana.
Tandanya bisa berupa bercak bulat dengan bulu rontok, sisik pada kulit, atau kuku yang kasar. Sebagian kucing dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan jika ada kecurigaan.
Bisa. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi. Cuci tangan setelah menangani kucing yang dicurigai terinfeksi dan konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Cari Produk Yang Lain?
Kenapa Anjing Sering Garuk Badan? Ini 5 Penyebab yang Perlu Kamu Tahu
Kucing atau Anjing Takut Masuk Kandang Baru? Ini Cara Adaptasi Supaya Anabul Betah
Kandang Anjing dan Kucing Cepat Bau? Ini Cara Bersihkan Kandang Bertray dengan Benar
Kucing Gampang Bosan Main? Ini 3 Mainan yang Bisa Bikin Betah Bergerak
Takut Kepotong? Ini Panduan Pilih Gunting Kuku yang Aman untuk Anabul