Ternyata Ada Power Bank Untuk Laptop? Cek Di Sini
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Senin, 21 Sep 2026 07:02 WIB
Kerja remote di kafe atau di kereta, baterai laptop mulai menipis, tapi power bank yang kamu bawa ternyata cuma bisa ngecas ponsel, bukan laptop. Situasi ini sering terjadi karena banyak orang mengira semua power bank sama saja, padahal kemampuan mengisi daya laptop butuh spesifikasi yang jauh berbeda dari power bank biasa.
Kenapa Tidak Semua Power Bank Bisa Nge-charge Laptop
Laptop butuh daya output yang jauh lebih besar dibanding ponsel. Ponsel umumnya cukup dengan daya di kisaran 18 sampai 45 watt, sementara laptop, terutama yang berukuran lebih besar, biasanya butuh output mulai dari 60 watt sampai lebih dari 100 watt supaya bisa terisi dengan optimal, tidak sekadar menahan baterai supaya tidak habis.
Kalau power bank yang kamu pakai outputnya di bawah kebutuhan laptop, hasilnya laptop tetap bisa menyala saat dicolok, tapi baterainya tidak akan naik, bahkan bisa perlahan terus berkurang meski sedang di-charge. Karena itu, penting untuk mengecek spesifikasi daya sebelum asal beli power bank untuk kebutuhan kerja dengan laptop.
Anker
Anker Laptop Power Bank Smart Digital Display Touch 25.000mAh Triple 100W USB-C ports 165W GaN Fast Charging PPS PD 3.0 UFCS Built-
Rp1.500.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Cara Pilih Power Bank yang Sanggup Nge-charge Laptop
1. Cek kebutuhan watt charger asli laptop kamu, biasanya tertera di adaptor bawaan. Laptop ringan umumnya butuh sekitar 60-65 watt, sementara laptop yang lebih bertenaga bisa butuh 90 watt sampai 100 watt lebih.
2. Pilih power bank dengan output maksimal yang setara atau lebih tinggi dari kebutuhan laptop kamu. Power bank dengan output 100 watt ke atas biasanya sudah cukup untuk kebanyakan laptop tipis dan menengah.
3. Perhatikan dukungan protokol fast charging seperti PD 3.0, karena protokol ini yang memastikan komunikasi daya antara power bank dan laptop berjalan optimal, jadi tidak sekadar soal angka watt di kertas spesifikasi.
4. Pertimbangkan kapasitas mAh sesuai kebutuhan mobilitas. Kapasitas besar seperti 20.000 mAh ke atas cocok untuk kamu yang sering kerja di luar tanpa akses listrik dalam waktu lama, tapi ingat bobotnya juga akan lebih berat.
5. Cek juga apakah power bank tersebut aman dibawa naik pesawat, karena kapasitas besar biasanya punya batas tertentu sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.
Contoh Power Bank untuk Kebutuhan Laptop
Salah satu contoh power bank yang dirancang untuk kebutuhan ini adalah Anker seri A1695, dengan kapasitas 25.000 mAh dan output hingga 165 watt lewat teknologi GaN yang membuat komponennya lebih efisien meski ukurannya tetap ringkas untuk kapasitas sebesar itu.
Power bank ini dilengkapi tiga port USB-C dengan dukungan PD 3.0 dan UFCS, serta kabel built-in yang bisa ditarik dan disimpan kembali ke bodi unit, sehingga kamu tidak perlu bawa kabel tambahan terpisah untuk mengisi daya laptop maupun perangkat lain sekaligus.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Power bank dengan output tinggi untuk laptop biasanya berukuran dan berbobot lebih besar dibanding power bank biasa untuk ponsel, jadi pertimbangkan kebutuhan mobilitas kamu sebelum memilih kapasitas terlalu besar kalau memang tidak diperlukan.
Meski mendukung output tinggi, kecepatan pengisian daya laptop tetap dibatasi oleh kemampuan port charging laptop itu sendiri. Laptop lama yang belum mendukung USB-C PD charging tidak akan bisa diisi daya lewat power bank jenis ini, meski spesifikasi power bank-nya sudah tinggi.
Perhatikan juga bahwa mengisi daya laptop lewat power bank akan menguras kapasitas power bank jauh lebih cepat dibanding mengisi daya ponsel, karena kebutuhan energinya jauh lebih besar.
Cocok untuk Siapa?
Power bank berdaya tinggi ini cocok untuk kamu yang sering kerja remote di tempat dengan akses listrik terbatas, seperti kafe yang penuh atau perjalanan panjang dengan transportasi umum. Cocok juga untuk kamu yang membawa banyak perangkat sekaligus, karena bisa dipakai bergantian untuk laptop, ponsel, maupun perangkat lain yang mendukung USB-C.
Tergantung jenis laptopnya, tapi umumnya laptop ringan butuh sekitar 60-65 watt, sementara laptop yang lebih bertenaga bisa butuh 90 sampai lebih dari 100 watt. Cek spesifikasi adaptor bawaan laptop kamu untuk memastikan kebutuhan watt yang tepat.
Tidak. Kapasitas mAh besar hanya menunjukkan berapa lama power bank bisa menyimpan daya, bukan seberapa besar output daya yang bisa dikeluarkan. Power bank harus punya spesifikasi output watt yang memadai, tidak sekadar kapasitas mAh yang besar.
Teknologi GaN membantu komponen power bank menghasilkan output tinggi dengan ukuran yang lebih ringkas dan panas yang lebih terkontrol dibanding teknologi konvensional. Ini membuat power bank berdaya tinggi tetap praktis dibawa meski kemampuannya sudah setara adaptor laptop biasa.
Sebagian besar power bank masih diperbolehkan di bagasi kabin selama kapasitasnya di bawah batas yang ditentukan regulasi penerbangan. Tetap cek aturan kapasitas maksimal dari maskapai yang kamu pakai sebelum membawa power bank berkapasitas besar dalam perjalanan udara.
Kemungkinan besar output power bank yang dipakai lebih kecil dari kebutuhan daya laptop, atau laptop yang dipakai belum mendukung sistem USB-C PD charging. Pastikan power bank dan laptop kamu kompatibel dari segi protokol charging sebelum mengandalkannya untuk kerja di luar rumah.
Cari Produk Yang Lain?
Sering Kehabisan Baterai di Tengah Aktivitas? Ini Power Bank yang Bisa Dipilih
Nikmati Perjalanan Terasa Lebih Mudah dengan 3 Gadget Ini
Starterpack Wajib Bawa Buat Seharian di Lapangan Lomba 17 Agustus
UGREEN Power Bank 48000mAh 300W, Beneran Bisa Gantiin Charger Laptop?
iPhone Sering Lowbat di Tengah Aktivitas? 2 Powerbank MagSafe Ini Bisa Jadi Penyelamat Tanpa Ribet Kabel