Headphone ANC yang Nggak Perlu Dicas Tiap Hari, Beneran Bisa Tahan Sampai 100 Jam?
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Rabu, 26 Aug 2026 08:03 WIB
Salah satu alasan orang malas pakai headphone over-ear harian adalah urusan baterai yang harus rutin dicas ulang. Belum lagi kalau fitur ANC-nya bikin baterai lebih cepat terkuras dari klaim awal di kemasan.
CMF Headphone Pro dari sub-brand Nothing ini coba mendobrak ekspektasi itu dengan klaim baterai hingga 100 jam, sekaligus tetap membawa fitur ANC dan dukungan audio hi-res di kelas harga menengah.
Tentang CMF Headphone Pro
CMF Headphone Pro adalah headphone over-ear pertama dari CMF, sub-brand milik Nothing yang fokus di segmen harga lebih terjangkau. Desainnya mengusung bentuk rounded klasik dengan bahan plastik solid, tersedia dalam tiga warna dasar dan ear cushion yang bisa ditukar untuk tampilan berbeda.
Berbeda dari headphone kebanyakan yang mengandalkan kontrol sentuh, produk ini tetap setia pada kontrol fisik lewat Roller untuk mengatur volume, ANC, dan playback, ditambah Energy Slider untuk menyesuaikan karakter bass dan treble sesuai selera.
Keunggulan CMF Headphone Pro
1. Baterai Diklaim Tahan hingga 100 Jam Tanpa ANC aktif, headphone ini diklaim bisa dipakai hingga 100 jam pemutaran audio dalam sekali charge. Bahkan dengan ANC menyala, daya tahannya masih diklaim mencapai sekitar 50 jam, cukup untuk pemakaian intensif seminggu penuh tanpa perlu sering-sering dicas.
2. Hybrid ANC hingga 40dB Noise Reduction Sistem peredam bising pada headphone ini bersifat adaptif, menyesuaikan tingkat noise cancellation berdasarkan kondisi lingkungan sekitar secara otomatis. Cukup efektif meredam suara latar konstan seperti dengungan AC atau suara lalu lintas jauh.
3. Dukungan Hi-Res Audio dengan LDAC Driver 40mm berlapis nickel dengan desain dual chamber dipadukan dukungan codec LDAC memungkinkan streaming audio resolusi tinggi lewat Bluetooth, memberi detail suara yang lebih tajam dibanding codec standar seperti SBC.
4. Desain Modular dengan Ear Cushion Bisa Ditukar Ear cushion pada headphone ini bisa diganti warnanya, jadi kamu bisa mix and match tampilan sesuai selera tanpa perlu beli headphone baru. Konsep modular ini juga mendukung keberlanjutan karena bagian yang aus bisa diganti terpisah.
5. Kontrol Fisik yang Intuitif Roller dan Energy Slider memberi pengalaman kontrol yang lebih tactile dibanding tombol sentuh yang kadang kurang responsif. Kamu bisa mengatur volume atau bass-treble tanpa harus buka aplikasi setiap saat.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Build quality headphone ini menggunakan plastik solid yang cukup ringan, tapi beberapa pengujian independen mencatat material ini terasa kurang premium dibanding headphone di kelas harga lebih tinggi. Untuk kelasnya, ini masih wajar mengingat positioning harganya yang lebih terjangkau.
Kualitas panggilan telepon di lingkungan bising tercatat kurang maksimal pada beberapa pengujian, jadi kalau kebutuhan utamamu adalah panggilan kerja di tempat ramai, ini poin yang perlu dipertimbangkan.
Headphone ini tidak mendukung audio lewat kabel USB, hanya tersedia jalur audio jack 3.5mm untuk koneksi kabel. Pastikan ini sesuai dengan kebutuhan konektivitasmu.
Fitur Energy Slider memang unik, tapi berdasarkan beberapa ulasan pengguna, fungsinya lebih terasa sebagai gimmick tambahan dibanding alat EQ yang benar-benar presisi untuk kebutuhan audio profesional.
Cocok untuk Siapa?
Headphone ini paling pas buat kamu yang butuh headphone ber-ANC untuk pemakaian harian panjang, seperti kerja di kantor, perjalanan commuting, atau perjalanan jauh, tanpa harus khawatir baterai habis di tengah jalan.
Cocok juga untuk kamu yang suka personalisasi tampilan gadget lewat ear cushion yang bisa ditukar, atau yang mau coba dukungan audio hi-res LDAC tanpa harus keluar budget besar untuk headphone flagship.
Hybrid ANC menggabungkan mikrofon di bagian dalam dan luar earcup untuk mendeteksi suara lingkungan secara lebih akurat, sehingga peredaman bising bisa menyesuaikan kondisi sekitar secara adaptif. ANC biasa umumnya hanya mengandalkan satu titik mikrofon dengan sistem yang lebih statis.
LDAC memberi kualitas audio lebih detail dibanding codec standar, tapi manfaatnya baru terasa signifikan kalau kamu mendengarkan lagu dengan kualitas file tinggi dan di lingkungan yang cukup tenang. Untuk pemakaian kasual di tempat bising, perbedaannya mungkin tidak terlalu mencolok.
Baterai tahan lama umumnya dicapai lewat kombinasi kapasitas baterai yang cukup besar dan efisiensi chip pemrosesan audio. Klaim 100 jam ini didapat saat ANC dimatikan, sehingga daya tahan akan berkurang signifikan begitu fitur ANC diaktifkan.
Ya, ear cushion tambahan dengan warna berbeda umumnya dijual terpisah sebagai aksesori tambahan, sehingga kamu bisa membeli sesuai kebutuhan personalisasi tanpa harus membeli headphone baru.
Bisa dipakai untuk panggilan video harian, tapi berdasarkan beberapa pengujian, performa mikrofonnya kurang maksimal di lingkungan yang sangat bising. Untuk panggilan kerja penting di tempat ramai, pertimbangkan headset dengan fokus mikrofon noise-cancelling yang lebih kuat.
Cari Produk Yang Lain?
Satu Headset buat PC, Konsol, dan HP? Ini Headset Gaming Wireless Dua Konektivitas
iPhone 15 buat Konten Kreator, Kameranya Beneran Bisa Diandalkan?
Mau Pindah ke iPhone Tahun Ini? iPhone 15 Jadi Pintu Masuk yang Masuk Akal
Bose QuietComfort Ultra Headphones Gen 2 diklaim ANC Terbaik di 2026, Apakah Benar?
Bingung Pilih Headphone Premium? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Audiofil dan Traveler