Mau Coba Olahraga Tenis dari Nol? Ini Starter Kit yang Nggak Bikin Boros
Salsabila Rizqan Daru - Rekomendit
Kamis, 20 Aug 2026 10:04 WIB
Mau mulai olahraga tenis tapi bingung beli apa duluan? Banyak pemula akhirnya beli raket mahal duluan padahal belum tentu cocok, sementara perlengkapan dasar lain malah kelewat.
adidas
ADIDAS Sepatu Tennis Defiant Speed 2 JR1746 / 262
Rp1.900.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Perlengkapan Dasar untuk Mulai Belajar Tenis
1. Sepatu dengan Grip untuk Gerakan Lateral
Tenis banyak melibatkan gerakan menyamping dan berhenti mendadak, jadi sepatu biasa kurang ideal. adidas Defiant Speed 2 dirancang dengan sol yang mendukung stabilitas saat berpindah arah cepat, cocok untuk pemula yang masih membiasakan diri dengan footwork lapangan tenis.
WILSON
Wilson Burn V6 100ULS Raket Tenis Performance Tennis Rackets (Strung) - WR199710U
Rp2.700.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Raket Ringan dengan Ukuran Grip yang Pas
Wilson Burn V6 100ULS masuk kategori raket ultra light strung yang lebih ringan dibanding raket standar, sehingga lebih mudah dikontrol untuk pemula yang belum terbiasa dengan ayunan penuh. Raket yang sudah distrung juga memudahkan pemula langsung latihan tanpa perlu urus senar terpisah.
Ubras
Ubras Sport UV Hat UPF50 [UWQ131031] - Topi Olahraga Running Tenis
Rp600.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
3. Topi dengan Perlindungan UV untuk Latihan Outdoor
Lapangan tenis outdoor identik dengan paparan matahari langsung dalam waktu lama. Ubras Sport UV Hat UPF50 membantu melindungi wajah dan kepala dari sinar UV sekaligus menjaga kenyamanan saat latihan siang hari.
Tidak harus. Untuk tahap awal, raket ringan dengan kontrol yang baik seperti kategori ultra light lebih penting dibanding harga atau spek raket profesional yang biasanya lebih berat.
Sepatu tenis dirancang untuk menahan gerakan menyamping dan berhenti mendadak, sementara sepatu lari lebih fokus pada bantalan untuk gerakan maju lurus. Memakai sepatu lari untuk tenis berisiko meningkatkan cedera pergelangan kaki.
Disarankan untuk latihan outdoor, karena paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko kulit terbakar dan mengganggu fokus akibat silau.
Umumnya tergantung frekuensi bermain, tapi untuk pemula yang latihan dua sampai tiga kali seminggu, penggantian senar bisa dipertimbangkan setiap beberapa bulan tergantung kondisi senar.