Lomba 17 Agustusan Makin Meriah, Sudah Siapkan Peralatannya?
Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit
Minggu, 16 Aug 2026 15:04 WIB
Setiap tahun lomba 17 Agustusan itu-itu aja rasanya kurang lengkap tanpa tiga permainan klasik ini. Egrang bikin peserta jalan sambil goyang-goyang lucu, bakiak bikin tim harus kompak, dan karung goni jadi biang keladi paling banyak bikin ketawa satu lapangan. Sebelum acara mulai, ada baiknya cek dulu perlengkapannya biar panitia nggak dadakan cari pas hari H.
Rekomendasi Peralatan Lomba 17 Agustusan
-
Egrang/Mainan tradisional/Mainan anak/Jujungkungan/Mainan Bambu/Egrang
Rp28.500 di
Shopee
“harga saat kami review”
1. Egrang Bambu
Egrang jadi permainan tradisional yang selalu punya tempat sendiri di lomba 17-an. Selain melatih keseimbangan, permainan ini juga seru ditonton karena pesertanya harus jalan pelan-pelan sambil jaga fokus supaya tidak jatuh.
Egrang bambu biasanya tersedia dalam beberapa ukuran tinggi pijakan, jadi panitia bisa sesuaikan dengan usia peserta. Untuk anak-anak, pilih pijakan yang lebih rendah supaya tetap aman tapi seru dimainkan.
2. Bakiak Dewasa Isi 3
Kalau mau lomba yang bikin peserta harus kompak, bakiak beregu jawabannya. Satu bakiak dipakai tiga orang sekaligus, jadi butuh koordinasi langkah supaya tidak jatuh atau nyasar keluar jalur.
Bakiak isi 3 ini biasanya terbuat dari kayu yang cukup kokoh menahan beban beberapa orang. Cocok dipakai untuk lomba antar RT, antar kelas di sekolah, atau sekadar seru-seruan bareng tetangga satu gang.
3. Karung Goni Bekas 100kg
Balap karung nggak pernah gagal jadi lomba paling ditunggu. Karung goni tebal ukuran besar ini cukup kuat menahan gesekan dan lompatan berulang tanpa gampang sobek di tengah lomba.
Karena bahannya goni asli yang cukup tebal, karung ini juga bisa dipakai ulang untuk beberapa sesi lomba dalam satu hari tanpa perlu ganti terus-terusan. Praktis buat panitia yang harus atur banyak peserta dalam waktu terbatas.
Perbandingan Ketiga Peralatan Lomba
|
Peralatan |
Jenis Lomba |
Jumlah Pemain |
Cocok Untuk |
|
Egrang Bambu |
Lomba individu, adu keseimbangan |
1 orang per egrang |
Anak-anak dan dewasa, tingkat kesulitan bisa diatur |
|
Bakiak Dewasa Isi 3 |
Lomba beregu, adu kekompakan |
3 orang per bakiak |
Tim RT, sekolah, atau kelompok pemuda |
|
Karung Goni 100kg |
Balap karung, individu atau estafet |
1 orang per karung |
Semua usia, cocok jadi lomba pembuka yang seru |
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Sebelum lomba dimulai, cek dulu kondisi lapangan supaya tidak licin atau berbatu, terutama untuk lomba egrang yang butuh keseimbangan. Untuk bakiak, pastikan tali pengikatnya kuat dan disesuaikan dengan ukuran kaki peserta supaya tidak mudah lepas di tengah lomba. Karung goni sebaiknya dicek dulu jahitannya, terutama kalau sudah dipakai berkali-kali di tahun-tahun sebelumnya.
Tergantung jumlah peserta, tapi umumnya 4 sampai 6 pasang egrang, 3 sampai 5 bakiak beregu, dan 8 sampai 10 karung goni sudah cukup untuk lomba yang dibagi beberapa sesi atau kelompok usia.
Aman selama tinggi pijakan disesuaikan dengan usia dan diawasi orang dewasa. Untuk anak-anak, sebaiknya pilih egrang dengan pijakan rendah dan permukaan lapangan yang rata.
Setelah lomba selesai, bersihkan dari debu dan simpan di tempat kering agar kayu bakiak tidak lapuk dan karung goni tidak lembap atau berjamur.
Selama jahitan masih rapat dan tidak ada sobekan besar, karung goni bekas masih layak dan justru lebih tebal dibanding karung baru yang kadang lebih tipis.
Balap karung sering dipilih sebagai pembuka karena aturannya simpel dan cocok untuk segala usia, sebelum lanjut ke lomba yang butuh kekompakan tim seperti bakiak beregu.