All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: Getty Images/iStockphoto/undrey
OLAHRAGA | GYM & PILATES

Wall Ball Competition Grade: Wajib Ada buat Kamu yang Serius Latihan HYROX

Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit

Sabtu, 18 Jul 2026 00:36 WIB

Kalau kamu udah pernah ikut atau nonton HYROX, pasti tahu momen paling dramatis biasanya terjadi di stasiun terakhir: wall ball. Setelah lari 8 km dan tujuh stasiun fungsional lain, atlet harus menyelesaikan puluhan sampai seratus repetisi squat throw dengan kaki yang udah kebas. Nggak heran, latihan wall ball jadi salah satu persiapan paling krusial buat siapa pun yang serius mengejar target waktu HYROX.

Tentang Wall Ball Competition Grade

Wall ball, atau sering disebut juga medicine ball, adalah alat latihan berbentuk bola berisi pasir atau material pemberat dengan lapisan luar tahan banting. Bedanya dengan slam ball, wall ball dirancang untuk dilempar ke target dan memantul kembali, bukan dijatuhkan ke lantai. Konstruksinya harus kuat menahan lemparan berulang tanpa berubah bentuk atau bocor.

Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: Getty Images/iStockphoto/undrey

STRENGTHBAE

Wall Ball Competition STRENGTHBAE Medicine Ball Bola Gym Fitness Crossfit Heavy Duty

Rekomendit Rp770.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Untuk latihan HYROX secara spesifik, wall ball competition grade jadi pilihan yang lebih relevan dibanding medicine ball biasa karena kualitas jahitan dan lapisannya dibuat untuk menahan volume repetisi tinggi, persis seperti yang dibutuhkan di stasiun terakhir race.

Kenapa Wall Ball Penting untuk Latihan HYROX

1. Stasiun Terakhir yang Paling Menguji Mental
Wall ball selalu jadi penutup race HYROX, dilakukan setelah delapan kali lari 1 km dan tujuh stasiun fungsional lainnya. Di titik ini, kaki sudah lelah berat, jadi latihan khusus dengan wall ball membantu tubuh terbiasa melakukan squat throw dalam kondisi fatigue.

2. Total Repetisi yang Signifikan
Standar HYROX mengharuskan atlet menyelesaikan seratus repetisi squat throw, kecuali kategori tertentu yang menggunakan tujuh puluh lima repetisi. Latihan rutin dengan wall ball competition grade membantu membangun stamina otot kaki dan bahu untuk repetisi sebanyak itu tanpa kehilangan teknik.

3. Melatih Kombinasi Kekuatan dan Koordinasi
Gerakan wall ball menggabungkan squat dalam, dorongan eksplosif dari kaki, dan koordinasi tangan untuk melempar sekaligus menangkap bola. Ini melatih otot besar seperti quad dan glute sekaligus stabilitas bahu dalam satu gerakan.

4. Simulasi Kondisi Kompetisi yang Lebih Akurat
Konstruksi competition grade yang tahan lama membuat bola tetap konsisten bentuk dan beratnya meski dipakai latihan intensif berulang kali, mendekati kondisi bola yang dipakai di ajang resmi.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

  1. Pastikan area latihan punya dinding kokoh dan tinggi langit-langit cukup untuk lemparan ke target
  2. Perhatikan teknik squat, pinggul harus turun di bawah lutut supaya repetisi terhitung sah sesuai standar kompetisi
  3. Latihan dengan beban sesuai kategori kompetisi kamu supaya tubuh terbiasa dengan beban yang sebenarnya dipakai saat race
  4. Jangan samakan wall ball dengan slam ball, karena keduanya punya konstruksi berbeda dan tidak saling menggantikan fungsi

Cara Latihan Wall Ball untuk Persiapan HYROX

  1. Mulai dengan pemanasan squat tanpa beban untuk memastikan mobilitas pinggul dan lutut optimal
  2. Pegang bola di depan dada dengan siku terkunci ke dalam, lalu turun ke posisi squat dalam
  3. Dorong tubuh naik secara eksplosif sambil melempar bola ke target di dinding
  4. Tangkap bola dengan lembut sambil langsung turun ke repetisi squat berikutnya
  5. Latih dalam set bertahap, misalnya 30-50 repetisi tanpa henti, sebelum mencoba simulasi 100 repetisi penuh
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berat resmi bervariasi tergantung kategori, mulai dari 4 kg untuk Women's Open, 6 kg untuk Women's Pro dan Men's Open, hingga 9 kg untuk Men's Pro. Target tinggi lemparan juga menyesuaikan kategori tersebut.

Wall ball dirancang untuk dilempar ke target dan memantul kembali dengan konstruksi yang lebih lentur, sedangkan slam ball punya lapisan lebih keras dan dirancang untuk dihempaskan ke lantai, bukan dilempar ke dinding.

Karena posisinya sebagai stasiun terakhir setelah delapan kali lari dan tujuh stasiun fungsional lain, tubuh sudah dalam kondisi lelah maksimal saat harus menyelesaikan seratus repetisi squat throw, sehingga membutuhkan stamina dan mental yang kuat.

Aman selama teknik squat dilakukan dengan benar, seperti menjaga posisi lutut sejajar dengan ujung kaki dan tidak membiarkan lutut masuk ke dalam saat turun. Justru latihan wall ball yang konsisten bisa membantu memperkuat otot penyokong lutut.

Deals

Loading ...