All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: DOSS Official Store
HOBI DAN MAINAN | SENI & KREATIF

Mau Coba Film Analog 35mm? Ini Perbedaan Fujifilm 400, Kentmere 400, dan Kodak Ultramax

Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit

Rabu, 24 Jun 2026 22:08 WIB

Akhirnya punya kamera analog tapi bingung mau beli film yang mana? Pilihan film 35mm sekarang lebih banyak dari sebelumnya, dan tiap film punya karakter visual yang berbeda. Tiga pilihan di bawah ini mewakili dua kategori utama: film warna dan film hitam putih, semuanya di ISO 400 yang serbaguna untuk berbagai kondisi cahaya.

label-number
1
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: Fujifilm Official Shop

Fujifilm

Fujifilm 400 Color Negative Film (35mm)

Store Rp190.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Fujifilm 400 adalah color negative film terbaru dari Fujifilm yang menggantikan Fujifilm Superia X-Tra 400 yang sudah dihentikan. Film ini diproduksi di Amerika Serikat dan menghadirkan karakteristik warna yang khas.

Secara visual, Fujifilm 400 menghasilkan palet warna yang cenderung hangat dengan dominasi kuning, terutama di area highlight dan midtone. Shadow cukup detail dengan kecenderungan sedikit lean ke hijau saat underexposed. Performa di kondisi cahaya rendah cukup baik. Untuk portrait, tone kulit bisa kurang natural di kondisi cahaya yang kompleks, berbeda dengan Kodak Portra 400 yang lebih dikenal untuk portrait skin tones, tapi untuk everyday photography Fujifilm 400 memberikan hasil yang menyenangkan.

Karakter: Warm, yellow-dominant, shadow detail baik. Cocok untuk: Street photography, travel, everyday documentation.

 

label-number
2
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: DOSS Official Store

Kodak

Kodak Ultramax 400 Color Negative Film (35mm, 36 exposure)

Store Rp255.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Kodak Ultramax 400 adalah film warna budget dari Kodak yang sudah lama jadi andalan banyak fotografer analog karena kualitas yang konsisten dengan harga yang lebih terjangkau dibanding Portra 400. Film ini masuk dalam kategori consumer grade bersama Kodak Gold 200 dan ColorPlus 200.

Ultramax menghadirkan trademark warmness khas Kodak, dengan reproduksi warna yang saturated dan kontras yang punchy. Shadow cenderung lean ke hijau saat underexposed, karakteristik yang sama-sama dimiliki Fujifilm 400. Keunggulan utama Ultramax ada pada versatilitasnya: bisa dipakai dari kondisi outdoor terang hingga indoor dengan cahaya cukup, dan hasilnya konsisten sehingga mudah diprediksi bahkan oleh pemula.

Karakter: Warm, saturated, Kodak tones klasik. Cocok untuk: Everyday photography, landscape, situasi dengan cahaya bervariasi.

 

label-number
3
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: DOSS Official Store

-

Kentmere 400 Black & White Film

Store Rp255.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Kentmere 400 adalah film hitam putih yang diproduksi oleh Harman Technology, perusahaan yang sama yang membuat produk-produk Ilford. Meski bukan produk Ilford sendiri, proses produksinya mengikuti standar kualitas yang sama.

Untuk pemula yang ingin mencoba film hitam putih, Kentmere 400 adalah pilihan yang sangat direkomendasikan secara global karena harganya lebih ekonomis dibanding Ilford HP5 Plus tapi dengan kualitas yang memuaskan. Karakteristiknya mencakup fine grain, sharpness yang baik, broad tonal range, dan exposure latitude yang lebar, artinya toleransi terhadap over atau underexposure cukup besar sehingga pemula tidak mudah mendapat foto yang "rusak". ISO 400-nya memberikan fleksibilitas di berbagai kondisi cahaya.

Catatan penting editorial: Pastikan verifikasi apakah produk yang dijual adalah 35mm atau format 120 medium format karena keduanya berbeda dan tidak kompatibel dengan semua kamera.

Karakter: Fine grain, broad tonal range, wide latitude, forgiving. Cocok untuk: Street photography, portrait, pemula yang baru mencoba black & white.

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Color negative film menghasilkan foto berwarna dan membutuhkan proses C-41 untuk developing yang tersedia di lab foto. Black & white film menghasilkan foto monokromatik dan bisa dikembangkan dengan berbagai developer yang berbeda. Untuk pemula, color negative lebih simpel karena proses developing-nya lebih standar, sementara B&W memberikan fleksibilitas kreatif lebih besar tapi perlu pemahaman lebih tentang proses kimia.

Bisa. Laboratorium foto analog masih ada di berbagai kota besar Indonesia, dan banyak juga jasa developing via pengiriman. Komunitas fotografi analog Indonesia juga aktif di media sosial dan bisa memberikan rekomendasi lab di kotamu.

Satu roll 36 exposure secara teknis bisa menghasilkan 36 foto, tapi dalam praktiknya bisa lebih karena beberapa kamera memungkinkan menggulung film sedikit lebih jauh. Umumnya hitungannya tepat di 36-38 foto per roll.

ISO 400 adalah tingkat sensitivitas film terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO, semakin sensitif terhadap cahaya (tapi grain lebih kasar). ISO 400 adalah pilihan serbaguna yang bisa dipakai untuk kondisi outdoor terang maupun indoor dengan pencahayaan cukup. Untuk kondisi sangat terang, ISO 200 atau 100 lebih cocok. Untuk kondisi gelap, ISO 800 ke atas.

Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari cahaya langsung. Idealnya di dalam kulkas (bukan freezer) dalam wadah tertutup. Hindari paparan sinar X-ray di bandara dalam jumlah berlebihan. Film yang belum digunakan bisa bertahan jauh melewati tanggal kadaluarsa jika disimpan dengan benar.

Deals

Loading ...