Mulai MPASI? Ini Panduan Pilih Minyak Zaitun yang Aman buat Si Kecil
Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit
Sabtu, 12 Sep 2026 08:09 WIB
Mulai MPASI jadi salah satu fase yang bikin banyak orang tua rajin cari referensi, dari tekstur makanan sampai bahan tambahan yang aman buat si kecil. Minyak zaitun sering disebut-sebut sebagai salah satu sumber lemak sehat yang bisa ditambahkan ke menu MPASI, tapi milih yang tepat kadang bikin bingung karena banyaknya merek di pasaran.
Kenapa Minyak Zaitun Sering Direkomendasikan untuk MPASI
Bayi yang mulai MPASI membutuhkan asupan lemak sehat untuk mendukung tumbuh kembang, termasuk perkembangan otak di masa awal kehidupannya. Extra virgin olive oil sering jadi pilihan karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggalnya, yang dianggap lebih ramah dibanding beberapa jenis minyak lain untuk pencernaan bayi yang masih berkembang.
Penting dicatat, informasi ini bersifat edukasi umum. Kebutuhan gizi setiap bayi berbeda, jadi sebelum menambahkan minyak zaitun atau bahan baru apa pun ke menu MPASI, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis anak, terutama soal jumlah dan waktu yang tepat sesuai usia dan kondisi si kecil.
AL AROBI
AL AROBI KIDS Extra Virgin Olive Oil EVOO 250ml - Minyak Zaitun Bayi dan Anak - Minyak Zaitun Anak
Rp104.900 di
Shopee
“harga saat kami review”
Pilihan Extra Virgin Olive Oil untuk MPASI
1. Al Arobi Extra Virgin Olive Oil 250ml
Kemasan 250ml ini pas buat kamu yang baru mau coba menambahkan minyak zaitun ke menu MPASI tanpa harus beli stok besar dulu, mengingat kebutuhannya per porsi MPASI memang tidak banyak.
Ukuran kecil ini juga membantu menjaga kualitas minyak tetap segar karena lebih cepat habis dibanding kemasan besar yang mungkin tersimpan terlalu lama di dapur.
BORGES
BORGES Extra Virgin Olive Oil 500 ml Minyak Zaitun
Rp155.800 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Borges Extra Virgin Olive Oil 500ml
Kemasan 500ml dari Borges lebih pas buat keluarga yang sudah rutin memakai minyak zaitun, baik untuk MPASI si kecil maupun masakan orang dewasa di rumah, sehingga satu botol bisa dipakai untuk kebutuhan bersama.
Karena termasuk brand yang cukup dikenal di pasar minyak zaitun impor, banyak orang tua menjadikannya opsi standar untuk kebutuhan dapur sehari-hari termasuk MPASI.
3. Bertolli Extra Virgin Olive Oil 250mL
Kemasan kecil dari Bertolli cocok buat kamu yang mau coba beberapa merek dulu sebelum menentukan satu yang paling pas dipakai rutin untuk menu MPASI si kecil, tanpa risiko stok besar terbuang kalau ternyata kurang sesuai.
Rasa yang relatif ringan pada beberapa varian EVOO bisa jadi pertimbangan tambahan supaya tidak terlalu dominan saat dicampur ke makanan bayi yang masih belajar mengenal rasa baru.
Perbandingan Tiga Extra Virgin Olive Oil untuk MPASI
Produk | Ukuran | Cocok Untuk | Catatan Pemakaian |
Al Arobi | 250ml | Baru mulai coba untuk MPASI | Porsi kecil, minim risiko basi sebelum habis |
Borges | 500ml | Keluarga dengan kebutuhan dapur bersama | Dipakai untuk MPASI dan masakan dewasa |
Bertolli | 250mL | Coba beberapa merek dulu | Rasa relatif ringan untuk pengenalan awal |
Extra virgin olive oil mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang dianggap cukup ramah untuk pencernaan bayi, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan lemak sehat yang penting untuk tumbuh kembang di masa MPASI. Meski begitu, jenis dan jumlah lemak tambahan yang tepat tetap sebaiknya dikonfirmasi ke dokter anak.
Extra virgin olive oil umumnya jadi pilihan yang lebih disarankan dibanding minyak zaitun grade lain, karena diproses tanpa pemanasan tinggi maupun bahan kimia tambahan sehingga kandungan nutrisinya lebih terjaga. Tetap perhatikan label dan kualitas kemasan sebelum membeli.
Waktu yang tepat bisa berbeda tergantung kondisi dan tahapan MPASI masing-masing bayi. Sebaiknya diskusikan langsung dengan dokter spesialis anak untuk menentukan waktu dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Sebaiknya dihindari untuk menggoreng dengan suhu tinggi. Cara yang lebih disarankan adalah menambahkannya setelah makanan matang, misalnya dicampur ke bubur atau puree yang sudah selesai dimasak, supaya nutrisinya tidak rusak oleh panas berlebih.
Perhatikan reaksi seperti ruam, diare, atau gangguan pencernaan lain setelah pertama kali diberikan. Kalau muncul reaksi yang mencurigakan, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.