All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: 3Mongkis Official Shop
PAKAIAN WANITA | CELANA

Jeans Susah Kering Saat Hujan? Ini Cara Merawat Celana Denim Katun 100%

Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit

Kamis, 08 Oct 2026 08:04 WIB

Musim hujan mulai mendekat. BMKG memperkirakan peralihan musim berlangsung bertahap sejak Oktober, dan sebagian besar wilayah baru masuk musim hujan pada November sampai Desember 2026. Denim katun yang tebal menyimpan lembap lebih lama, jadi bau apek mudah muncul kalau cara mencuci dan menjemurnya salah. Tips di bawah memakai Thiago Denim Pants sebagai contoh: barrel jeans high-waist berbahan katun 100% dengan potongan paha lebar.

Thiago Denim Pants

Thiago Denim Pants adalah celana barrel jeans high-waist dari brand fashion lokal 3Mongkis. Halaman resmi brand mencantumkan bahan katun 100%, penutup kancing dan resleting depan, saku samping depan yang fungsional, dan saku belakang yang fungsional. Pilihan warnanya Beige, Brown, dan Dark Grey, dengan ukuran S sampai XL.

Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: 3Mongkis Official Shop

3Mongkis

3Mongkis - Thiago Denim Pants

Rekomendit Rp649.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Cara Merawat Celana Denim Katun di Musim Hujan

1. Baca label perawatan di celana. Halaman produk resmi tidak memuat instruksi cuci, jadi label di bagian dalam celana menjadi acuan utama untuk suhu air dan cara pengeringan.

2. Kurangi frekuensi cuci. Denim tidak perlu dicuci setiap habis dipakai. Cuci saat celana kotor atau mulai berbau. Untuk cipratan lumpur, lap dengan kain lembap selagi noda masih basah, lalu angin-anginkan celana.

3. Cuci dengan air dingin dan balik celana. Balik bagian luar ke dalam, pakai deterjen lembut tanpa pemutih, dan cuci terpisah dari pakaian terang. Warna gelap seperti Dark Grey dan Brown bisa melepas pewarna di awal pemakaian.

4. Jauhi pengering bermesin dan air panas. Katun 100% bisa menyusut kalau terkena panas tinggi. Susutan kecil pun mengubah rasa pas di pinggul dan paha, dua area yang menentukan siluet barrel.

5. Jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara. Saat hujan, gantung celana di dalam ruangan dekat jendela atau kipas. Tarik kantong keluar supaya bagian itu cepat kering, karena pinggang dan kantong biasanya paling lama lembap.

6. Pastikan celana kering total sebelum disimpan. Celana yang masih lembap di lemari memicu bau apek dan jamur. Jangan menyetrika saat masih lembap, dan beri sirkulasi udara di lemari dengan sekat atau silika gel.

7. Simpan dengan digantung. Gantungan menjaga bentuk barrel dan mengurangi bekas lipatan tebal di bagian paha.

8. Atasi bau apek tanpa mencuci ulang. Angin-anginkan celana di tempat teduh. Banyak panduan perawatan menyarankan rendaman air dingin dengan cuka putih sekitar satu jam. Uji dulu di bagian dalam celana supaya warna tidak berubah.

Cocok untuk Siapa?

Perawatan di atas cocok untuk kamu yang tetap ingin memakai denim saat musim hujan dan tidak ingin celana berbau apek. Panduan ini juga berguna untuk penyuka siluet barrel high-waist yang baru memakai celana katun 100% tanpa elastane. Pemilik lemari berventilasi buruk akan paling terbantu oleh langkah menjemur dan menyimpan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Cuci saat celana kotor atau berbau, bukan dengan jadwal tetap. Mencuci terlalu sering mempercepat warna pudar dan membuat kain kehilangan bentuk.

Gantung celana di ruangan berventilasi dengan bantuan kipas, tarik keluar kantongnya, dan hindari menumpuk bagian paha. Pastikan celana kering total sebelum masuk lemari.

Bisa, terutama kalau terkena air panas atau pengering bermesin bersuhu tinggi. Cuci dengan air dingin dan keringkan secara alami untuk meminimalkan susut.

Halaman resmi brand mencantumkan katun 100% dan tidak menyebut elastane. Kain kemungkinan kurang melar dibanding jeans stretch, jadi cocokkan ukuran dengan size chart.

Deals

Loading ...