All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: SWEAT Official Store
OLAHRAGA | GYM & PILATES

Badan Pegal Habis Olahraga? Begini Cara Memilih Foam Roller Sesuai Tekanan

Salsabila Rizqan Daru - Rekomendit

Minggu, 04 Oct 2026 12:05 WIB

Duduk delapan jam di depan laptop, lanjut olahraga sore, lalu pulang dengan punggung dan paha yang rasanya kaku. Kalau kamu sedang mencari alat untuk memijat otot sendiri di rumah, foam roller sering jadi jawaban pertama. Masalahnya, banyak yang salah pilih dan malah kapok karena tekanannya terlalu keras.

Foam roller dipakai dengan cara digulirkan di bawah otot memakai berat badan sendiri. Hasilnya sangat bergantung pada permukaan dan kekerasannya. Sebelum membeli, kenali dulu tiga tipe berikut dan pilih sesuai tingkat pengalamanmu.

Cara Memilih Foam Roller Sesuai Tingkat Tekanan

Panduan umum dari penyedia perlengkapan outdoor menyebut tiga hal penting saat memilih foam roller: kekerasan, tekstur permukaan, dan panjang. Pemula biasanya disarankan memilih yang lebih lembut dan berpermukaan halus karena tekanannya lebih ringan. Permukaan bertekstur dengan tonjolan memberi tekanan lebih terarah ke titik tertentu, sehingga cocok untuk yang sudah terbiasa.

Tiga produk berikut mewakili tingkat tekanan yang berbeda.

label-number
1
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: SWEAT Official Store

SWEAT Official Store

SWEAT - Yoga Foam Roller | Foam Roller Pilates - Massage Roller Yoga Pilates Stretching

Store Rp290.000 di Shopee

“harga saat kami review”

1. SWEAT Yoga Foam Roller, Motif Gelombang untuk Tekanan Sedang

Foam roller ini berdiameter 14 cm dan tersedia dalam dua panjang, 33 cm dan 45 cm. Bahannya natural PVC dan EVA, dan permukaannya punya motif gelombang. Menurut keterangan merek, motif ini memberi sensasi pijat yang berbeda dari foam roller polos.

Ukuran 33 cm cukup ringkas untuk dibawa ke studio yoga atau pilates, sedangkan 45 cm lebih nyaman untuk betis dan paha. Pilihan ini cocok untuk kamu yang ingin sensasi lebih terarah daripada roller polos, tapi belum siap dengan tonjolan tajam.

label-number
2
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: XMASTER Official Store

XMASTER Official Store

XMASTER Foam Roller Rollga High Hardness Yoga Massage Otot Fitness Gym Recovery Pilates Peregangan

Store Rp261.000 di Shopee

“harga saat kami review”

2. XMASTER Foam Roller Rollga High Hardness, untuk yang Sudah Terbiasa

Dari namanya, listing produk ini menonjolkan kekerasan tinggi. Foam roller berkekerasan tinggi memberi tekanan yang lebih dalam dan tidak mudah melesak saat ditindih berat badan. Karena itu, produk seperti ini lebih cocok untuk pengguna yang sudah pernah mencoba foam roller dan tahu batas nyamannya.

Detail bahan dan dimensinya sebaiknya dicek langsung di halaman produk sebelum membeli. Kalau kamu pemula, mulai dari tipe yang lebih lembut dulu sebelum naik ke kekerasan tinggi.

label-number
3
Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: The Republic of Svarga Official Shop

The Republic of Svarga Official Shop

SVRG Foam Roller EVA Spiky Smooth Half Round - Yoga Pilates - Alat Pijat Otot & Massage - Stretching Recovery Fitness Gym

Store Rp162.000 di Shopee

“harga saat kami review”

3. SVRG Foam Roller EVA, Pilihan Halus, Spiky, atau Setengah Lingkaran

SVRG punya beberapa varian dalam satu lini. Tipe Smooth bermain di tekanan ringan dan cocok untuk pemula. Tipe Spiky memiliki tonjolan seperti duri kecil untuk tekanan yang lebih intens. Ada juga bentuk setengah lingkaran yang lebih stabil karena sisi datarnya menempel di lantai. Bahan utamanya EVA dengan diameter sekitar 12 cm untuk varian bulat.

SVRG mencantumkan peringatan penting. Jangan memakai tipe Spiky lebih dari 10 menit di satu titik yang sama, dan konsultasikan dengan fisioterapis bila perlu. Peringatan ini patut kamu ingat, apa pun merek foam roller yang kamu pakai.

Cara Pakai Foam Roller yang Aman

  1. Pilih area otot besar dulu, misalnya paha belakang, betis, atau punggung atas.

  2. Letakkan roller di bawah otot, bukan di bawah sendi atau tulang.

  3. Gulirkan perlahan memakai berat badan, dan berhenti sebentar di titik yang terasa kencang.

  4. Kurangi tekanan dengan menumpukan tangan atau kaki ke lantai bila terlalu sakit.

  5. Hentikan pemakaian bila muncul nyeri tajam, kesemutan, atau memar.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

 

Foam roller adalah tabung busa yang digulirkan di bawah otot memakai berat badan sendiri. Banyak orang memakainya sebagai pemanasan sebelum olahraga atau untuk merilekskan otot sesudahnya.

 

Permukaan halus umumnya lebih cocok untuk pemula karena tekanannya lebih ringan dan merata. Tipe spiky memberi tekanan lebih terarah sehingga lebih cocok untuk yang sudah terbiasa.

Tidak ada angka baku untuk semua orang. SVRG menyebut tipe Spiky jangan dipakai lebih dari 10 menit di satu titik yang sama. Untuk pemula, mulai dengan durasi singkat dan hentikan kalau terasa nyeri tajam.

 

Keduanya umum dilakukan. Banyak orang memakainya sebelum olahraga sebagai pemanasan, dan sesudahnya untuk membantu otot terasa lebih rileks. Panduan latihan umumnya menyarankan memakai roller saat otot sudah hangat.

Tekanan langsung di punggung bawah perlu hati-hati karena area itu tidak ditopang tulang rusuk. Banyak panduan menyarankan fokus ke punggung atas, pinggul, dan paha. Kalau ragu, tanyakan ke fisioterapis.

Deals

Loading ...