Kerja WFH Berisik? Headphone ANC Ini Bantu Kamu Fokus Tanpa Harga Flagship
Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit
Jumat, 18 Sep 2026 01:07 WIB
Rapat online baru mulai lima menit, tetangga kamar kos mulai nyalain speaker keras-keras, atau commuter line pagi hari penuh obrolan orang di sekitar. Situasi kayak gini bikin fokus buyar dalam sekejap. Headphone dengan active noise cancellation jadi solusi yang masuk akal, tapi headphone ANC dari brand flagship harganya sering bikin mikir dua kali.
Edifier W820NB Plus
Edifier W820NB Plus adalah headphone over-ear wireless dengan fitur hybrid active noise cancellation yang bisa meredam suara lingkungan hingga -43dB. Headphone ini memakai driver titanium 40mm yang mendukung codec LDAC untuk audio Hi-Res, jadi tetap mempertahankan kualitas audio yang detail selagi meredam suara sekitar. Dari sisi daya tahan baterai, headphone ini diklaim sanggup bertahan hingga 49 jam pemakaian dengan ANC dimatikan, dan sekitar 33 jam kalau ANC tetap aktif. Fitur fast charge-nya juga membantu, cukup 10 menit ngecas untuk dapat 7 jam pemakaian tambahan.
Edifier
Edifier Wireless Noise Cancellation Over-Ear Headphone W820NB Plus (New Version)
Rp1.200.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Keunggulan Edifier W820NB Plus
- Fitur hybrid ANC-nya otomatis mengenali suara lingkungan dan menyesuaikan tingkat peredaman, cocok buat kamu yang kerja di ruangan terbuka atau sering naik transportasi umum dengan suasana ramai.
- Driver titanium 40mm dengan dukungan LDAC bikin kualitas audio tetap detail meski headphone ini masuk segmen harga terjangkau. Bass terasa lebih kuat dan detail suara di frekuensi tinggi tetap jernih, tidak sekadar meredam bising tanpa memperhatikan kualitas dengar.
- Daya tahan baterainya jadi salah satu keunggulan paling praktis. Kamu tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah hari kerja, apalagi dengan fitur fast charge yang bisa jadi penyelamat kalau lupa ngecas semalaman.
- Aplikasi Edifier Connect menambah fleksibilitas lewat pengaturan EQ personal, mode game dengan latensi rendah 0.08 detik, dan beberapa fitur pendukung lain yang biasanya cuma ada di headphone kelas atas.
- Desain ear cup yang empuk dan headband yang bisa disesuaikan bikin headphone ini nyaman dipakai berjam-jam tanpa terasa menekan kepala.
Cocok untuk Kamu yang
Headphone ini paling pas buat kamu yang kerja WFH atau hybrid dan butuh fokus tanpa gangguan suara sekitar, tapi tidak mau keluar budget besar untuk headphone flagship.
Cocok juga untuk commuter harian yang sering naik kereta, bus, atau pesawat dan ingin ketenangan selama perjalanan sambil tetap menikmati kualitas audio yang layak.
Kalau kamu baru mulai eksplorasi dunia headphone ANC dan ingin coba fitur-fitur premium tanpa komitmen budget besar, produk ini jadi pintu masuk yang masuk akal.
Secara umum performanya belum sepenuhnya menyamai flagship kelas atas, tapi untuk kebutuhan sehari-hari seperti meredam suara AC, obrolan sekitar, atau deru kendaraan, headphone kelas menengah seperti ini sudah cukup efektif dan terasa perbedaannya dibanding tanpa ANC sama sekali.
Berdasarkan klaim resmi, headphone ini bisa bertahan hingga 49 jam dengan ANC dimatikan dan sekitar 33 jam kalau ANC tetap menyala. Untuk pemakaian harian WFH atau commuting, ini setara beberapa hari pemakaian tanpa perlu sering ngecas.
Cocok untuk gaming kasual berkat mode game dengan latensi rendah 0,08 detik, sehingga audio dan visual tetap sinkron. Namun untuk gaming kompetitif yang butuh latensi ultra rendah, headphone gaming khusus mungkin masih lebih optimal.
Dengan dukungan driver titanium dan codec LDAC, kualitas audio headphone di kelas ini sudah cukup kompetitif. Detail suara dan respons bass memang belum setara headphone premium kelas atas, tapi untuk pemakaian harian selisihnya tidak terlalu signifikan dirasakan telinga awam.
Cari Produk Yang Lain?
Sering Kena Bising di Pesawat? Ini Cara Maksimalkan Fitur ANC Headphone Premium Kamu
Headphone ANC yang Nggak Perlu Dicas Tiap Hari, Beneran Bisa Tahan Sampai 100 Jam?
Satu Headset buat PC, Konsol, dan HP? Ini Headset Gaming Wireless Dua Konektivitas
Desain Ampli Gitar Jadul Ini Dikemas Jadi Speaker, Kok Bisa Tetap Kekinian?
Daripada Beli Banyak Preamp Analog Terpisah, Ini Alternatif yang Lebih Hemat