Masker KN95 Biar Nggak Sesak Meski Dipakai Berangkat ke Kantor
Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit
Sabtu, 12 Sep 2026 00:03 WIB
Salah satu keluhan paling umum soal masker partikulat adalah rasa sesak dan pengap kalau dipakai berjam-jam, apalagi buat kamu yang harus tetap masuk kantor selama abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau masih berpotensi menyebar. Padahal Kemenkes tetap menganjurkan pemakaian masker KN95 atau setara saat beraktivitas di luar maupun di ruangan yang berisiko kemasukan partikel abu. Daripada masker malah dilepas-pasang karena nggak nyaman, ini beberapa trik yang bisa kamu coba.
YOU MING Official Store
Masker KN95 Real 5PLY Premium 5 PLY Isi 10 pcs KN 95
Rp37.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
1. Pastikan Ukuran dan Bentuk Masker Pas di Wajahmu
Rasa sesak sering muncul bukan karena kualitas maskernya, tapi karena bentuknya kurang pas di kontur wajah. Masker KN95 Real 5PLY Premium punya bentuk standar yang cocok untuk kebanyakan bentuk wajah, sementara PRO KN95 Mouson dengan desain ala Korea biasanya punya jarak lebih lega di area mulut, sehingga terasa lebih longgar saat bernapas dibanding masker datar biasa. Coba dulu satu pack masing-masing model untuk tahu mana yang paling pas buat kamu.
Best Accessories
Masker KN95 Surgical Face Mask 5 Lapis R604
Rp8.900 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Ganti Masker
Masker yang sudah lembap karena keringat atau napas cenderung terasa makin sesak dan kurang efektif menyaring partikel. Kemenkes sendiri menganjurkan mengganti masker begitu terasa basah, kotor, atau membuat kesulitan bernapas. Kalau kamu kerja di ruangan ber-AC seharian, siapkan masker cadangan supaya bisa ganti di tengah hari, misalnya pakai Masker KN95 Surgical Face Mask R604 sebagai cadangan kedua.
3. Jangan Kencangkan Tali Berlebihan
Menarik tali telinga terlalu kencang memang bikin masker menempel lebih rapat, tapi juga bisa menekan hidung dan pipi sehingga terasa makin sesak. Sesuaikan kekencangan tali sampai masker menutup hidung, mulut, dan dagu secara rapat tanpa celah, tapi tetap terasa nyaman dipakai lama.
4. Selingi dengan Istirahat di Ruangan yang Lebih Bersih
Kalau memungkinkan, sesekali lepas masker sebentar di ruangan tertutup yang jauh dari paparan abu, misalnya ruang kerja pribadi dengan pintu dan jendela tertutup rapat. Ini membantu kamu bernapas lebih lega tanpa harus terus-menerus memakai masker sepanjang hari kerja.
5. Kurangi Aktivitas Berat Saat Memakai Masker
Napas yang lebih cepat saat beraktivitas fisik berat bisa membuat pemakaian masker terasa makin sesak, sekaligus membuat partikel abu yang mungkin lolos terhirup lebih dalam. Kalau harus jalan jauh atau naik tangga, coba kurangi kecepatan langkah supaya napas tetap teratur.
Kenapa Tetap Harus Pakai Masker Meski Terasa Sesak?
Abu vulkanik mengandung silika dan partikel yang bisa bersifat tajam, sehingga berisiko mengiritasi saluran pernapasan kalau terhirup tanpa perlindungan. Rasa sesak saat pakai masker memang tidak nyaman, tapi jauh lebih ringan risikonya dibanding dampak jangka panjang menghirup partikel abu tanpa penyaring. Triknya bukan melepas masker, tapi menyesuaikan cara pakainya supaya tetap nyaman.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Setiap orang punya bentuk wajah dan toleransi napas yang berbeda, jadi masker yang nyaman buat satu orang belum tentu cocok buat orang lain. Kalau setelah mencoba beberapa trik di atas kamu tetap merasa sangat sesak atau pusing saat memakai masker, terutama kalau punya riwayat asma atau gangguan pernapasan, sebaiknya konsultasikan ke dokter soal jenis masker yang paling sesuai kondisimu.
Cocok untuk Siapa?
Tips ini paling relevan buat kamu yang harus tetap masuk kantor atau beraktivitas dalam durasi lama selama abu vulkanik menyebar dan sering merasa tidak nyaman memakai masker partikulat. Cocok juga untuk kamu yang baru pertama kali rutin memakai masker KN95 dan masih menyesuaikan diri.
Masker KN95 dirancang menutup wajah lebih rapat supaya filtrasinya lebih efektif, sehingga sirkulasi udara terasa lebih terbatas dibanding masker medis tipis. Ini sebenarnya menandakan masker bekerja sesuai fungsinya, bukan tanda ada yang salah dengan cara pakainya.
Boleh, asalkan dilakukan di ruangan tertutup yang jauh dari paparan abu vulkanik, misalnya ruangan dengan pintu dan jendela tertutup rapat. Hindari melepas masker saat masih berada di area yang berpotensi terpapar abu di udara.
Tidak ada durasi baku, tapi masker sebaiknya diganti begitu terasa basah, kotor, rusak, atau membuat kesulitan bernapas. Untuk pemakaian seharian penuh di kantor, siapkan minimal satu masker cadangan untuk jaga-jaga.
Penderita asma justru termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami perburukan gejala akibat paparan abu vulkanik, sehingga tetap perlu perlindungan pernapasan. Namun sebaiknya konsultasikan ke dokter soal jenis masker dan cara pemakaian yang paling sesuai kondisi kesehatan masing-masing.