Nonton Sendratari Ramayana di Prambanan, Ini Serunya Pertunjukan Tanpa Dialog
Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit
Sabtu, 26 Sep 2026 22:07 WIB
Bosan sama agenda wisata Jogja yang itu-itu saja setelah keliling candi seharian? Coba tutup malammu dengan menonton Sendratari Ramayana, pertunjukan tari kolosal yang digelar langsung di panggung terbuka dengan latar Candi Prambanan sebagai panggungnya sendiri.
Tentang Sendratari Ramayana Prambanan
Sendratari Ramayana adalah pertunjukan yang memadukan tari dan drama tanpa dialog, mengangkat kisah Ramayana dari epos Hindu yang sudah dipadukan dengan budaya Jawa. Pertunjukan ini pertama kali dipentaskan pada 25 Mei 1961, berawal dari ide GPH Djatikoesoemo setelah menyaksikan pertunjukan Royal Ballet of Cambodia di depan Angkor Wat.
Agoda
Ramayana Ballet Purawisata Jogja Ticket – Cultural Show
Rp147.334 di
Lainnya
“harga saat kami review”
Panggung terbukanya dibangun di depan Candi Prambanan sejak April 1960, jadi latar belakang pertunjukan bukan dekorasi buatan, melainkan candi Hindu asli yang berdiri megah di kegelapan malam dengan sorotan lampu panggung.
Serunya Menonton Sendratari Ramayana
Pertunjukan ini melibatkan sekitar 100 orang pendukung, terdiri dari 70 penari dan 30 pengrawit atau pemain gamelan, menjadikannya salah satu pertunjukan tari kolosal terbesar di Indonesia. Skala inilah yang membuat setiap adegan terasa megah, apalagi didukung tata panggung dan pencahayaan yang dirancang khusus.
Meski tanpa dialog sama sekali, jalan cerita tetap mudah diikuti berkat kepiawaian penari, iringan gamelan, dan nyanyian sinden yang membangun suasana emosional tiap adegan. Adegan Anoman membakar Kerajaan Alengka, misalnya, disuguhkan lewat permainan bola api yang jadi salah satu momen paling ditunggu penonton.
Cerita Ramayana yang dipentaskan biasanya dipadatkan menjadi empat episode, yaitu Sinta Ilang, Anoman Duta atau Hanuman Obong, Kumbakarna Gugur, dan Sinta Obong atau kembalinya Sinta. Setiap episode punya fokus adegan berbeda yang tetap terhubung sebagai satu kesatuan cerita.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Pertunjukan digelar di panggung terbuka, jadi cuaca cukup berpengaruh terhadap kenyamanan menonton. Kalau turun hujan, pertunjukan biasanya dipindahkan ke panggung tertutup dengan format yang sedikit berbeda dari panggung terbuka.
Karena berlangsung malam hari setelah aktivitas seharian keliling candi, pastikan kamu sudah cukup istirahat supaya tetap fokus menikmati pertunjukan yang berdurasi cukup panjang, sekitar dua jam untuk versi cerita utuh.
Cocok untuk Siapa?
Pertunjukan ini cocok untuk kamu yang ingin menutup hari liburan di Jogja dengan pengalaman budaya yang berbeda dari sekadar foto-foto di depan candi. Cocok juga untuk keluarga yang ingin mengenalkan anak pada cerita klasik Ramayana lewat media yang lebih visual dan mudah dinikmati dibanding membaca teks.
Tidak wajib, meski akan membantu memahami alur cerita dengan lebih detail. Meski tanpa dialog, gerakan tari, ekspresi penari, dan iringan musik dirancang untuk tetap bisa dinikmati dan dipahami secara emosional oleh penonton yang belum familiar dengan kisah aslinya.
Format sendratari memang menggabungkan seni tari dan drama tanpa dialog verbal, mengandalkan gerakan tubuh, ekspresi, dan musik gamelan untuk menyampaikan cerita. Format ini terinspirasi dari pertunjukan tari klasik Asia Tenggara seperti Royal Ballet of Cambodia yang jadi ide awal terciptanya pertunjukan ini.
Pertunjukan akan dipindahkan ke panggung tertutup yang sudah disediakan sebagai cadangan. Format pertunjukan tetap sama, hanya suasana panggung terbuka dengan latar candi asli tidak bisa dinikmati saat pertunjukan dipindah ke indoor.
Untuk versi cerita utuh yang memadukan empat episode, durasi pertunjukan sekitar dua jam. Beberapa jadwal pertunjukan bisa menampilkan versi episode terpisah dengan durasi yang lebih singkat.
Cari Produk Yang Lain?
Sunset di Candi Prambanan Makin Berkesan, Ini Tips Ikut Tur Sorenya
Nonton Sunset di Candi Ratu Boko, Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat
Ke Gate of Heaven Lempuyang Bali? Ini Tips Biar Nggak Antre Lama buat Foto Ikonik
Beach Resort atau City Resort? Ini Cara Pilih Basecamp Liburan di Jogja
Menginap di Kaki Rinjani Tanpa Mendaki? Villa dengan View Lembah Ini Layak Dicoba