Masak Ala Korea di Rumah? Kenali Dulu Beda Dua Minyak Wijen Ini
Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit
Minggu, 05 Jul 2026 17:46 WIB
Lagi ikut tren masak menu Korea di rumah tapi bingung pilih minyak wijen yang mana? Wajar, karena di rak marketplace kamu bakal nemu dua nama yang mirip banget, BEKSUL Minyak Wijen biasa dan CJ BEKSUL Sesame Oil yang mengklaim 100% wijen asli Korea. Keduanya dari rumpun brand yang sama, tapi karakternya nggak identik.
BEKSUL adalah salah satu nama dagang minyak wijen yang paling sering direkomendasikan dalam berbagai daftar produk Korea di Indonesia, biasa disebut juga sebagai produk keluaran CJ. Varian reguler ini diposisikan sebagai minyak wijen sehari-hari, dibuat dari biji wijen sangrai dengan aroma khas yang cukup kuat untuk bumbu pelengkap masakan.
Karakter rasanya cenderung ringan sampai sedang, jadi cocok dipakai dalam takaran lebih leluasa tanpa bikin masakan keasinan atau kebanyakan aroma wijen. Botol 110 ml ini pas buat kebutuhan dapur harian, dari menumis sayur, bumbu mie goreng, sampai campuran saus sederhana. Buat kamu yang baru mulai eksplorasi masakan Korea, varian ini jadi pintu masuk yang aman karena nggak terlalu dominan rasanya.
CJ BEKSUL
CJ BEKSUL Sesame Oil 100% Wijen Asli Korea 110 ml
Rp80.500 di
Shopee
“harga saat kami review”
Varian ini membawa klaim 100% wijen asli Korea di kemasannya. Klaim ini biasanya menandakan proses ekstraksi tanpa campuran minyak nabati lain, sehingga rasa dan aromanya cenderung lebih pekat dan tahan lama dibanding varian reguler.
Karena konsentrasi wijennya lebih tinggi, kamu cuma butuh sedikit tetes untuk dapat rasa gurih dan aroma smoky yang kuat. Ini bikin varian ini lebih pas dipakai sebagai finishing oil, bukan bumbu tumisan biasa. Cocok buat hidangan yang memang mengandalkan rasa wijen sebagai bintang utama, seperti bibimbap, salad ala Korea, japchae, atau saus cocolan.
Minyak wijen reguler biasanya dicampur dengan minyak nabati lain sehingga rasanya lebih ringan dan harganya lebih terjangkau. Minyak wijen 100% murni hanya berasal dari biji wijen sangrai tanpa campuran, jadi aromanya lebih kuat dan tahan lama meski dipakai dalam jumlah sedikit.
Minyak wijen sangrai punya titik asap yang relatif rendah dibanding minyak goreng biasa, jadi lebih cocok dipakai sebagai bumbu tambahan atau finishing oil daripada minyak utama untuk deep frying.
Umumnya minyak wijen tahan tiga sampai enam bulan setelah dibuka kalau disimpan di tempat sejuk dan tertutup rapat. Tanda minyak sudah tengik biasanya muncul dari bau yang berubah jadi lebih tajam dan pahit.