Pecinta Karya Leila S.Chudori? Novel Ini Wajib Masuk List Bacaan Berikutnya
Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit
Sabtu, 11 Jul 2026 22:54 WIB
Penulis satu ini punya cara sendiri meramu sejarah kelam Indonesia jadi cerita yang tetap terasa personal dan manusiawi. Untungnya, Pulang bukan satu-satunya karya Leila yang layak masuk rak buku kamu.
Ada tiga judul lain yang bisa jadi bacaan lanjutan, masing-masing dengan sudut pandang dan gaya cerita yang beda. Ada yang masih satu semesta dengan Pulang, ada juga yang berdiri sendiri dengan tema yang lebih personal.
Kepustakaan Populer Gramedia
Gramedia Bogor - Novel Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp86.300 di
Shopee
“harga saat kami review”
1. Laut Bercerita
Kalau Pulang bercerita dari sudut pandang eksil di luar negeri, Laut Bercerita membawa kamu ke dalam negeri, tepatnya masa transisi Orde Baru ke Reformasi. Novel ini diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia pada Oktober 2017 dan sampai saat artikel ini ditulis sudah dicetak ulang puluhan kali, tanda peminatnya konsisten dari tahun ke tahun.
Tokoh utamanya, Biru Laut, mahasiswa Sastra Inggris di Yogyakarta yang aktif di gerakan aktivis kampus. Ceritanya berangkat dari kisah nyata penculikan aktivis 1998 yang direpresentasikan lewat fiksi, jadi kamu dapat pengalaman baca yang emosional sekaligus edukatif soal sejarah. Karya ini pernah meraih S.E.A Write Award 2020 dan sempat diadaptasi jadi film pendek.
Buat kamu yang suka novel dengan alur maju mundur dan banyak sudut pandang tokoh, gaya penceritaan Laut Bercerita bakal terasa related dengan Pulang, tapi dengan latar waktu dan konflik yang berbeda.
Kepustakaan Populer Gramedia
Gramedia Bogor - Novel Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp108.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Namaku Alam
Ini yang paling related sama Pulang, karena Namaku Alam adalah spin off yang mengangkat sosok Segara Alam, anak dari Hananto Prawiro, tokoh yang muncul di Pulang. Terbit pertama kali pada September 2023, novel ini dibagi jadi dua jilid, dan jilid pertama mengajak kamu menyusuri masa kecil sampai masa SMA Alam di era 1980an.
Yang bikin menarik, Alam digambarkan punya kemampuan mengingat detail yang sangat kuat sehingga tiap kejadian pahit dalam hidupnya, mulai dari stigma sebagai anak "pengkhianat negara" sampai pergulatan mencari jati diri, terasa hidup di setiap babnya. Kalau kamu penasaran gimana kelanjutan kisah keluarga di Pulang dari sudut pandang generasi berikutnya, Namaku Alam jawabannya.
Karena formatnya coming of age dengan bumbu drama remaja sekolah, ritme baca Namaku Alam terasa sedikit lebih ringan dibanding Pulang meski tetap sarat konteks sejarah.
Kepustakaan Populer Gramedia
KPG - Nadira New Cover (Leila S. Chudori)
Rp76.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
3. Nadira
Beda dari dua judul sebelumnya, Nadira nggak terlalu banyak menyentuh sejarah politik. Fokusnya lebih ke pergulatan batin seorang perempuan bernama Nadira Suwandi yang menemukan ibunya, Kemala Yunus, meninggal karena bunuh diri. Novel ini awalnya terbit dengan judul "9 dari Nadira" pada 2009, lalu direvisi dengan sampul baru dan tambahan dua cerita pada 2018.
Ceritanya disusun dalam rangkaian kisah pendek yang saling terhubung, membawa kamu menyusuri hidup Nadira sebagai anak, wartawan, kekasih, sampai istri. Kalau kamu cari sisi Leila S. Chudori yang lebih personal dan psikologis dibanding novel-novel bertema sejarah, Nadira cocok jadi pilihan.
Nggak wajib, tapi disarankan. Namaku Alam memang berdiri sendiri sebagai cerita, tapi kamu bakal lebih paham konteks keluarga Hananto Prawiro kalau sudah kenal ceritanya lewat Pulang terlebih dahulu.
Pulang fokus pada eksil politik yang terpaksa tinggal di luar negeri pasca 1965, sementara Laut Bercerita berlatar di dalam negeri dan berfokus pada aktivis mahasiswa yang diculik di masa transisi 1998.
Jilid pertama terbit September 2023 dan menceritakan masa kecil hingga SMA Alam. Untuk kelengkapan jilid lanjutan, cek langsung ke penerbit KPG karena informasi rilis bisa berubah.
Cocok. Nadira punya gaya cerita yang lebih personal dan tidak terlalu bergantung pada konteks sejarah politik, jadi bisa jadi pintu masuk yang lebih ringan sebelum lanjut ke Pulang atau Laut Bercerita.
Tergantung kebiasaan baca masing-masing, tapi rata-rata pembaca menghabiskan sekitar satu minggu untuk satu judul karena ketebalan buku berkisar 270 sampai 450 halaman tergantung judul dan cetakan.