Jaket Anti UV Bahan Katun atau Cooling Fabric, Mana yang Cocok untuk Aktivitasmu?
Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit
Jumat, 14 Aug 2026 04:17 WIB
Semua jaket anti UV kelihatannya mirip di foto produk, tapi begitu dipakai, perbedaan bahan kain ternyata cukup ngaruh ke kenyamanan. Ada jaket yang mengandalkan kain breathable biasa supaya keringat cepat menguap, ada juga yang pakai bahan cooling khusus yang terasa dingin begitu nempel di kulit.
Pilihan jaket ini punya pendekatan bahan yang berbeda meski sama-sama menyasar perlindungan UPF tinggi. Kenali dulu perbedaannya supaya kamu nggak salah pilih sesuai jenis aktivitas yang paling sering kamu lakukan.
Pilihan Jaket Anti UV dengan Teknologi Kain Berbeda
1. KKTOP Jaket Olahraga Anti UV Wanita
Jaket ini mengusung bahan breathable standar dengan perlindungan UPF50+ yang dirancang menahan sebagian besar sinar UV. Karakteristik kainnya ringan dan punya sirkulasi udara yang baik, sehingga keringat lebih cepat menguap saat dipakai bergerak aktif di bawah terik matahari langsung.
Materialnya juga tergolong cepat kering setelah terkena keringat atau cipratan air ringan, jadi tetap nyaman dipakai untuk aktivitas jogging, jalan pagi, atau olahraga outdoor lain yang bikin kamu banyak berkeringat dalam waktu cukup lama.
2. KKFIT Jaket Airism Anti UV Wanita
Berbeda dari jaket breathable standar, jaket ini mengusung bahan cooling ala airism yang punya sensasi dingin saat pertama kali menyentuh kulit. Model hoodie berlengan panjang ini dirancang untuk aktivitas yang sering berpindah antara ruangan ber-AC dan area luar yang panas.
Karakteristik kain cooling biasanya lebih tipis dan licin dibanding katun breathable biasa, membuat sirkulasi udara terasa lebih instan dingin di kulit, cocok untuk kamu yang nggak suka sensasi lembap menempel lama di badan setelah berkeringat.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Bahan breathable standar memang bagus untuk sirkulasi udara, tapi kalau kamu banyak berpindah dari ruangan ber-AC ke luar yang panas, sensasi dinginnya nggak akan langsung terasa seperti bahan cooling khusus.
Bahan cooling ala airism biasanya lebih tipis, jadi perlindungan fisiknya terhadap gesekan atau benturan ringan cenderung lebih minim dibanding kain katun breathable yang sedikit lebih tebal.
Perlindungan UPF tinggi pada kedua jaket tetap perlu dilengkapi kebiasaan lain seperti pakai topi atau sunscreen di area kulit yang nggak tertutup jaket, karena jaket cuma melindungi bagian yang tertutup kain saja.
Cocok untuk Siapa?
Jaket dengan bahan breathable standar lebih cocok buat kamu yang aktivitasnya konsisten di luar ruangan dalam waktu lama, misalnya lari pagi rutin atau olahraga outdoor yang bikin banyak keringat. Jaket dengan bahan cooling lebih pas untuk kamu yang mobilitasnya campuran, sering keluar masuk gedung ber-AC lalu balik lagi ke area terbuka.
Kalau kamu tipe yang gampang gerah dan pengen sensasi dingin instan begitu jaket menyentuh kulit, bahan cooling ala airism bisa jadi jawabannya. Kalau kamu lebih mengutamakan sirkulasi udara alami tanpa bahan yang terlalu tipis, breathable standar tetap jadi opsi yang reliable.
Kain breathable dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara sehingga keringat cepat menguap secara alami. Kain cooling biasanya memakai serat khusus yang memberi sensasi dingin instan saat kontak dengan kulit, terlepas dari kondisi berkeringat atau tidak, sehingga terasa lebih dingin di awal pemakaian.
UPF atau Ultraviolet Protection Factor mengukur seberapa banyak sinar UV yang bisa ditahan oleh kain. Angka UPF50+ berarti kain tersebut menahan sebagian besar sinar UV yang mengenai permukaannya, memberikan perlindungan tambahan dibanding pakaian tanpa rating UPF.
Sensasi dingin dari bahan cooling umumnya terasa nyata di awal kontak dengan kulit berkat teknologi serat khusus, meski efek ini bisa berkurang seiring waktu pemakaian dan tergantung kondisi suhu lingkungan sekitar.
Untuk paparan singkat, risikonya relatif lebih kecil, tapi tetap disarankan pakai perlindungan tambahan kalau kamu sering terpapar sinar matahari langsung berulang kali dalam sehari, karena efek paparan UV bersifat kumulatif dari waktu ke waktu.
Ikuti petunjuk cuci pada label, hindari penggunaan pemutih yang bisa merusak lapisan serat kain, dan jangan disetrika dengan suhu terlalu tinggi karena bisa memengaruhi struktur serat yang menahan sinar UV pada kain.
Cari Produk Yang Lain?
Mau Beli Wetsuit Diving? Baca Ini Dulu Sebelum Checkout!
Long Weekend Jangan Rebahan Terus! Check Out Jaket Olahraga Anti UV Biar Workout Makin Semangat
5 Item Sporty Daily Outfit yang Tetap Masuk Buat Nongkrong
Baju Olahraga Wanita HIA Everywear Kina Shirt, Nyaman buat Lari-Padel
Adidas Essentials 3-Stripes Tee, Kaos Simpel Nyaman untuk Gaya Sporty