Punya Skincare Device Tapi Hasilnya Kurang Maksimal? Cek Urutan Pakainya
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Senin, 31 Aug 2026 13:04 WIB
Sudah beli skincare device mahal, rajin dipakai, tapi hasilnya kok tidak seheboh yang diomongkan orang-orang di ulasan. Kalau kamu ngerasa begini, kemungkinan besar bukan devicenya yang bermasalah, tapi urutan dan cara pakainya yang belum tepat.
Kenapa Urutan Pemakaian Device Skincare Itu Penting
Medicube AGE-R Booster Pro punya beberapa mode dengan fungsi berbeda, dan masing-masing mode dirancang untuk dipakai dengan produk skincare tertentu di tahap tertentu. Kalau urutannya tertukar, misalnya memakai mode untuk penyerapan setelah pakai krim tebal, hasilnya bisa jauh dari optimal karena teknologinya tidak bekerja sesuai fungsi yang dirancang.
Device ini menggabungkan beberapa teknologi sekaligus, electroporation, microcurrent, EMS, dan fungsi perawatan pori, dalam satu alat. Karena itu, memahami urutan yang benar jadi kunci supaya kamu tidak sekadar menggerakkan alat di wajah tanpa hasil yang terasa.
Urutan Pakai 4 Mode yang Benar
1. Mulai dengan Booster Mode Setelah Serum Booster mode bekerja lewat teknologi electroporation yang membuka jalur sementara di permukaan kulit supaya kandungan aktif skincare bisa menyerap lebih dalam. Karena fungsinya membantu penyerapan, mode ini paling efektif dipakai tepat setelah kamu mengaplikasikan serum atau essence, bukan setelah pelembap atau krim yang lebih tebal.
2. Lanjutkan dengan MC Mode Setelah Pelembap Setelah booster mode, aplikasikan pelembap, baru lanjutkan dengan MC mode yang memanfaatkan microcurrent untuk membantu efek lifting dan menjaga elastisitas kulit. Gerakkan device ke arah atas mengikuti kontur wajah, misalnya dari rahang ke arah tulang pipi, supaya efeknya lebih terasa.
3. Gunakan Derma Shot Mode dengan Krim yang Lebih Kental Derma Shot mode memakai teknologi EMS untuk merelaksasi otot wajah dan membantu efek firming di area yang cenderung kendur. Mode ini bekerja lebih baik dipasangkan dengan krim bertekstur lebih kental, karena membantu device meluncur dengan nyaman sekaligus memberi nutrisi tambahan saat proses stimulasi berlangsung.
4. Akhiri dengan Air Shot Mode di Kulit yang Sudah Agak Kering Berbeda dari mode lain, Air Shot mode untuk perawatan pori sebaiknya dipakai di kulit yang sudah agak kering, bukan basah oleh skincare. Gerakkan device menyapu area pori seperti hidung dan pipi, bukan menekan atau menggosok, supaya hasilnya lebih optimal tanpa risiko iritasi.
5. Perhatikan Sensor Kontak Kulit Sebagai Panduan Banyak device seperti ini dilengkapi sensor kontak kulit yang hanya aktif kalau permukaan device benar-benar menempel di kulit. Manfaatkan indikator ini untuk memastikan kamu memakai device dengan kontak yang cukup, bukan sekadar menempelkan sekilas lalu berpindah cepat ke area lain.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Jangan gabungkan semua mode dalam satu sesi kalau kamu baru pertama kali mencoba device ini. Mulai dengan satu atau dua mode dulu untuk melihat respons kulitmu, baru tambahkan mode lain secara bertahap di sesi-sesi berikutnya.
Hindari memakai device pada area kulit yang sedang iritasi, berjerawat aktif, atau baru selesai perawatan invasif seperti chemical peeling, karena stimulasi listrik bisa memperparah kondisi kulit yang sedang sensitif.
Selalu pastikan device dalam kondisi bersih sebelum dan sesudah pemakaian, dan ikuti panduan durasi pemakaian per area wajah sesuai buku manual resmi supaya hasilnya konsisten tanpa risiko pemakaian berlebihan.
Tidak harus. Kamu bisa menyesuaikan mode mana yang dipakai tergantung kebutuhan kulit hari itu, misalnya fokus ke booster mode saat ingin skincare menyerap maksimal, atau MC dan Derma Shot mode saat ingin efek firming lebih terasa. Pemakaian rutin beberapa kali seminggu umumnya cukup untuk hasil bertahap.
Salah satu penyebab paling umum adalah urutan pemakaian yang tidak sesuai fungsi masing-masing mode, misalnya memakai mode penyerapan setelah krim tebal, bukan setelah serum. Konsistensi jangka panjang dan teknik gerakan yang benar juga sama pentingnya dengan urutan pemakaian.
Sebagian besar mode pada device seperti ini dirancang untuk dipakai bersamaan dengan produk skincare, karena teknologi seperti electroporation memang berfungsi membantu penyerapan kandungan aktif. Menggunakan device dalam kondisi kulit kering tanpa produk umumnya kurang optimal, kecuali untuk mode tertentu seperti perawatan pori yang memang dirancang di kulit kering.
Sebagian besar jenis kulit bisa memakai device ini, namun untuk kulit sangat sensitif, sedang berjerawat aktif, atau punya kondisi medis kulit tertentu, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter kulit sebelum rutin memakai device stimulasi listrik semacam ini.
Bervariasi tergantung kondisi kulit dan konsistensi pemakaian, namun umumnya perubahan seperti kulit terasa lebih kenyal atau tampilan pori yang lebih rapi mulai terasa setelah beberapa minggu pemakaian rutin, bukan hasil instan dalam sekali pakai.
Cari Produk Yang Lain?
Sheet Mask buat Kulit Kusam atau Barrier Rusak? Ini Cara Bedain yang Tepat
Garis Halus Mulai Muncul di Usia 20-an? Coba Rutinitas Anti-Aging 2 Langkah Ini
Labore Gentle Biome Skin Nutrition Gel, Pelembap Ringan untuk Kulit Sensitif Tropis
Lip Balm Stick atau Balm Leleh, Mana yang Lebih Cocok untuk Rutinitas Harianmu?
Kulit Terasa Dehidrasi Meski Sudah Pakai Sunscreen? Mungkin Ini Sebabnya