Mau Mulai Mengamati Langit dari Rumah? Ini 3 Pilihan Teleskop untuk Pemula
Syahdakummillah Chairunnisah - Rekomendit
Selasa, 25 Aug 2026 20:04 WIB
Melihat Bulan, bintang, dan objek langit dari rumah bisa menjadi aktivitas yang menarik, terutama bagi orang yang baru mulai tertarik dengan astronomi.
Namun, membeli teleskop pertama tidak selalu mudah. Banyak istilah seperti aperture, focal length, magnifikasi, dan eyepiece yang mungkin terdengar asing bagi pemula.
Karena itu, teleskop pertama sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan, bukan hanya angka pembesaran terbesar.
Berikut tiga pilihan teleskop dengan karakter yang berbeda.
Toys Kingdom
Toys Kingdom Science Can Set Telescope Cosmic Star - Putih Teropong Bintang Teleskop Anak Teropong Mainan Alat Astronomi Star
Rp3.500.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
1. Science Can Set Telescope Cosmic Star untuk Pengalaman Astronomi yang Lebih Lengkap
Jika teleskop akan digunakan sebagai sarana belajar astronomi bersama anak, Science Can Set Telescope Cosmic Star bisa menjadi pilihan menarik.
Produk ini dipasarkan sebagai teleskop edukasi berbasis STEAM dan ditujukan untuk pengguna usia 8 tahun ke atas. Spesifikasinya mencantumkan aperture 11,4 cm, focal length 100 cm, serta perbesaran hingga 300x.
Selain teleskop, paketnya juga dilengkapi tripod dan phone holder sehingga pengguna dapat mencoba mengamati sekaligus mengenalkan konsep astronomi secara lebih praktis.
Harga produknya memang jauh lebih tinggi dibanding teleskop pemula berukuran kecil. Karena itu, produk ini lebih cocok untuk keluarga yang memang ingin menjadikan aktivitas astronomi sebagai hobi atau kegiatan belajar, bukan sekadar mencoba sekali.
Eyebre
Eyebre Teleskop Teropong Bintang Space Astronomical 200x50mm - 50TZ - FEB26-02
Rp2.100.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. Eyebre 200x50mm untuk Pemula yang Ingin Pilihan Pembesaran Tinggi
Pilihan berikutnya adalah Eyebre Teleskop Teropong Bintang 200x50mm 50TZ.
Produk ini memiliki lensa 50 mm dan klaim pembesaran optik hingga 200x. Paketnya juga mencakup beberapa eyepiece, finderscope, Barlow 3x, clamp smartphone, serta tripod.
Dengan kelengkapan tersebut, pengguna pemula mendapatkan beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mulai melakukan pengamatan.
Namun, angka 200x sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Dalam penggunaan teleskop, kestabilan tripod, kondisi atmosfer, kualitas optik, dan kemampuan mengumpulkan cahaya juga memengaruhi pengalaman pengamatan.
Jadi, jangan membeli teleskop hanya karena melihat angka pembesaran yang besar.
-
Teropong Bintang Monocular Astronomical Finderscope Short Tripod - XEST F40040M
Rp332.400 di
Shopee
“harga saat kami review”
3. XEST F40040M untuk yang Mencari Teleskop Ringkas
Kalau kamu baru ingin mencoba astronomi dan tidak ingin membeli perangkat berukuran besar, XEST F40040M bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Produk ini memiliki aperture 40 mm dan focal length 400 mm. Tersedia dua eyepiece dengan pilihan pembesaran 20x dan 32x, serta tripod aluminium.
Ukuran yang relatif ringkas membuatnya lebih mudah digunakan untuk aktivitas pengamatan sederhana di rumah.
Produk ini juga lebih cocok diposisikan sebagai teleskop pemula. Untuk pengamatan Bulan, spesifikasi tersebut sudah cukup menarik bagi orang yang baru ingin mengenal kegiatan stargazing.
Namun, jangan berharap teleskop kecil dapat memberikan detail objek langit seperti perangkat astronomi kelas atas.
Pilih Teleskop Berdasarkan Kebutuhan
Ketiga produk tersebut memiliki target pengguna yang berbeda.
Science Can Cosmic Star lebih cocok jika teleskop ingin digunakan sebagai sarana belajar dan aktivitas astronomi keluarga.
Eyebre 50TZ bisa dipertimbangkan jika kamu menginginkan teleskop pemula dengan pilihan aksesori dan pembesaran yang lebih beragam.
Sementara XEST F40040M lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan perangkat sederhana dan relatif ringkas untuk memulai.
Apakah Teleskop Bisa Digunakan untuk Melihat Gerhana Bulan?
Gerhana Bulan berbeda dengan gerhana Matahari karena tidak mengharuskan pengamat melihat langsung ke Matahari.
Namun, waktu dan lokasi pengamatan tetap harus diperhatikan. Pada 2026, terjadi Gerhana Bulan Total pada 3 Maret yang dapat diamati dari Indonesia, sedangkan Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia.
Jadi, jika tujuanmu membeli teleskop karena ingin mengamati fenomena gerhana, cek terlebih dahulu apakah fenomena tersebut memang terlihat dari wilayah tempat tinggal.
Tips Menggunakan Teleskop untuk Pertama Kali
Mulai dari Bulan
Bulan merupakan objek yang relatif mudah ditemukan dan diamati oleh pemula. Cobalah mengamati permukaannya ketika kondisi langit mendukung.
Gunakan Tripod yang Stabil
Teleskop dengan pembesaran tinggi sangat sensitif terhadap getaran. Karena itu, kestabilan tripod penting untuk mendapatkan gambar yang nyaman dilihat.
Jangan Terpaku pada Angka Magnifikasi
Magnifikasi tinggi tidak otomatis menghasilkan gambar yang lebih baik. Aperture, kualitas optik, kondisi atmosfer, dan kestabilan alat juga berpengaruh.
Cari Lokasi dengan Polusi Cahaya Rendah
Langit yang lebih gelap akan memberikan pengalaman pengamatan yang lebih baik, terutama untuk objek langit yang redup.
Bisa. Bulan merupakan salah satu objek paling mudah diamati dengan teleskop pemula.
Magnifikasi bukan satu-satunya indikator kualitas teleskop.
Untuk aktivitas belajar bersama anak, Science Can Cosmic Star memiliki positioning edukasi dan rekomendasi usia 8 tahun ke atas.