DJI Osmo 360: Klaim 8K dan 120MP, Beneran Segitu Canggihnya untuk Travel Vlog?
kep - Rekomendit
Jumat, 05 Jun 2026 20:11 WIB
DJI Osmo 360 Review: Kamera 360° Pertama DJI Ini Worth It Buat Liburan?
Pernah nggak pulang liburan, nonton lagi videonya, terus nyesel karena sudut pengambilan gambarnya nanggung? Momen seru di pantai, pendakian gunung, atau jalan-jalan ke kota baru, semua tersimpan tapi terasa kurang "hidup" karena kamera nggak bisa nangkap semua sudutnya.
DJI Osmo 360 hadir persis untuk kebutuhan itu. Ini adalah kamera 360° pertama dari DJI, dan langsung datang dengan klaim yang cukup serius: sensor 1-inch, perekaman 8K nonstop 100 menit, bobot cuma 183 gram, plus ketahanan air hingga 10 meter. Ini dia spesifikasi dan fitur-fiturnya buat kamu yang lagi mempertimbangkan investasi kamera untuk traveling.
Dji
DJI Osmo 360 - 8K Revolutionary 360° Camera | 120MP 360° Photo | 100-Min 8K/30fps Recording
Rp8.200.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Tentang DJI Osmo 360
DJI Osmo 360 adalah kamera 360° pertama yang dirilis DJI setelah selama ini dikenal lewat drone dan kamera saku. Dirilis resmi di Indonesia, kamera ini menyasar kreator konten, travel vlogger, dan penggemar petualangan yang ingin hasil dokumentasi lebih imersif.
Yang membedakan Osmo 360 dari kompetitor adalah klaim sensor-nya: Twin Square HDR CMOS setara 1-inch yang diklaim sebagai yang pertama di industri kamera 360°. Sensor ini memungkinkan foto panorama 360° hingga 120 megapiksel, dan perekaman video native 8K/30fps, dua angka yang tergolong tinggi untuk kategori kamera aksi jenis ini.
Keunggulan DJI Osmo 360 untuk Traveling
1. Rekam 8K Nonstop 100 Menit, Tanpa Khawatir Kehabisan Momen
Salah satu keterbatasan kamera 360° di pasaran adalah durasi rekaman yang pendek karena panas berlebih. DJI Osmo 360 mengklaim mampu merekam video 8K/30fps secara berkesinambungan hingga 100 menit, dan bisa diperpanjang hingga 180 menit dengan aksesori Battery Extension Rod. Untuk satu hari penuh traveling, angka ini tergolong sangat mumpuni.
2. Sensor 1-Inch dengan Performa Low-Light
Piksel berukuran 2.4μm (dua kali standar industri yang umum) dan aperture f/1.9 membuat kamera ini diklaim lebih baik dalam kondisi cahaya rendah. Ini relevan untuk traveling ke lokasi dengan pencahayaan tidak ideal, seperti area hutan, dalam gua, atau saat golden hour yang cepat berlalu.
3. Invisible Selfie Stick: Sudut Pandang Orang Ketiga yang Natural
Fitur yang paling banyak dibicarakan di kategori kamera 360° adalah kemampuan menghilangkan tongkat selfie dari frame secara otomatis. DJI Osmo 360 mendukung fitur ini, menghasilkan tampilan seolah kamera melayang mengikuti aktivitas kamu. Cocok untuk vlog hiking, snorkeling, atau cycling tanpa perlu operator kedua.
4. IP68: Tahan Air hingga 10 Meter
Untuk traveler yang suka aktivitas air, DJI Osmo 360 punya rating IP68 yang berarti tahan direndam air hingga kedalaman 10 meter. Bisa langsung dibawa snorkeling atau terkena hujan tanpa perlu casing tambahan.
5. Fast Charging dan Penyimpanan Internal Lega
Baterai yang hampir habis bisa terisi 50% hanya dalam 12 menit. Ditambah penyimpanan internal 105GB, kamu bisa merekam banyak konten tanpa harus sering ganti kartu memori di lapangan.
6. Mode Single-Lens untuk Konten yang Lebih Fleksibel
Bukan cuma kamera 360° murni. Osmo 360 juga bisa dioperasikan dalam mode single-lens yang menghasilkan video flat hingga 5K/60fps dengan sudut ultra-wide 155°, atau Boost Mode 4K/120fps untuk merekam aksi cepat. Satu kamera, dua kegunaan.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Sebelum checkout, ada beberapa hal yang perlu kamu timbang:
- Harga masuk segmen premium. Rp7,5 juta untuk Standard Combo dan Rp9,5 juta untuk Adventure Combo bukan angka kecil. Pastikan kebutuhan kamu memang memerlukan kualitas 8K dan fitur 360°, bukan sekadar upgrade gaya-gayaan.
- Ekosistem aksesori DJI. Fitur seperti OsmoAudio (koneksi mic langsung tanpa receiver) hanya berfungsi dengan mikrofon DJI. Kalau sudah punya mic dari brand lain, kamu perlu adapter atau pertimbangan tambahan
- Kurva belajar editing video 360°. File 8K butuh storage yang besar dan komputer dengan spesifikasi memadai untuk editing. Aplikasi DJI Mimo membantu untuk quick edit di HP, tapi untuk hasil sinematik penuh tetap butuh PC.
Kamera 360° punya dua lensa yang menghadap ke arah berlawanan dan secara otomatis menggabungkan dua gambar menjadi satu frame panorama menyeluruh. Berbeda dengan action cam biasa yang punya satu sudut pandang tetap, kamera 360° merekam sekeliling kamu sekaligus, dan kamu bisa memilih frame mana yang ingin ditampilkan saat editing.
Tergantung intensitas traveling dan kebutuhan dokumentasi. Untuk traveler yang sering ke destinasi dengan aktivitas outdoor intens (diving, hiking, cycling) dan ingin konten yang lebih imersif dari video HP biasa, Osmo 360 bisa jadi investasi yang worth it. Tapi kalau frekuensi traveling tidak tinggi atau hanya butuh dokumentasi kasual, harga Rp7,5 juta mungkin terlalu besar untuk kebutuhan sesekali.
Penyimpanan internal 105GB. Kapasitas ini cukup untuk menyimpan puluhan menit rekaman 8K, meski angka pastinya tergantung pada setting resolusi dan frame rate yang dipakai. Untuk rekaman di bawah 8K atau mode single-lens, durasinya lebih panjang. Ada juga slot microSD untuk penyimpanan tambahan.
Bisa. Kamera ini kompatibel dengan aksesori dari lini Osmo Action via magnetic quick release. Tapi untuk mengaktifkan efek Invisible Selfie Stick (tongkat menghilang dari frame), kamu perlu menggunakan tongkat dari ekosistem DJI yang kompatibel, biasanya sudah termasuk di paket Adventure Combo.
Cari Produk Yang Lain?
Action Camera Mini vs Flagship: Insta360, DJI, GoPro Mana Paling Cocok Buatmu?
Sony RX100 VII: Kamera Saku 20MP dengan Zoom 24-200mm, Beneran Worth It untuk Travel?
Ricoh Pentax WG-8, Beneran Tahan 20 Meter? Jawaban untuk Kamu yang Hobi Outdoor Activity