Pengen Ganti Warna Mata Tapi Tetap Natural? Ini 2 Softlens yang Wajib Dicoba
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Selasa, 18 Aug 2026 22:01 WIB
Pengen tampil beda tanpa harus ketahuan pakai softlens? Banyak orang masih ragu coba lensa warna karena takut hasilnya kelihatan terlalu "boneka" atau malah bikin mata juling saat berkedip. Padahal sekarang udah banyak pilihan softlens dengan motif gradasi halus yang bikin warna mata berubah secara natural, bukan norak.
Berikut dua pilihan softlens warna yang cocok buat kamu yang mau tampilan natural look, lengkap dengan spesifikasi yang perlu kamu tahu sebelum beli.
EYESIGHT
EYESIGHT LENSES Softlens Princess Bollycon DNA Hazel | Softlens Korea 14.0mm Warna Hazel Semi Terang
Rp165.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Rekomendasi Softlens Natural Look Pilihan Tim Rekomendit
1. EYESIGHT LENSES Princess Bollycon DNA Hazel
Softlens ini masuk kategori bollycon, alias softlens tanpa ring luar yang tegas, sehingga hasil warnanya cenderung lebih halus menyatu dengan warna mata asli. Motif yang dipakai berupa gradasi warna hazel semi terang dengan diameter grafis 11.9mm, jadi efeknya nggak bikin mata kelihatan membesar berlebihan.
Softlens ini tersedia untuk mata normal maupun minus, dengan rentang koreksi mulai -0.50 sampai -8.00. Buat kamu yang butuh softlens warna sekaligus alat bantu lihat, produk ini jadi opsi yang praktis karena nggak perlu pilih softlens bening terpisah dari softlens warna.
Kadar airnya di angka 48%, cukup tinggi untuk kelas softlens harian, sehingga membantu mata tidak cepat terasa kering meski dipakai berjam-jam. Masa pakainya juga cukup panjang, sampai 6 bulan sejak pertama dibuka, asal disimpan dan dibersihkan dengan benar.
KawaiGankyu
KawaiGankyu - Clearie Pure Gray (1pc/Stengah Pasang)
Rp115.500 di
Shopee
“harga saat kami review”
2. KawaiGankyu Clearie Pure Gray
Kalau Bollycon DNA Hazel fokus ke warna hangat, Clearie Pure Gray ini cocok buat kamu yang mau kesan mata lebih dingin dan soft tanpa terlihat mencolok. Motif gradasi abu-abu naturalnya dirancang menyatu dari tengah ke pinggir lensa, jadi warnanya nggak terlihat seperti lingkaran tegas di mata.
Fitur yang jadi pembeda dari softlens ini adalah desain anti juling, di mana ada bagian yang dibuat lebih tebal di lensa supaya posisinya tetap stabil dan nggak gampang berputar saat kamu berkedip atau melirik. Ini jadi jawaban buat kamu yang pernah kapok pakai softlens gradasi karena hasilnya malah kelihatan juling waktu dipakai lama.
Diameter 14.2mm dengan kadar air 38% membuat softlens ini pas dipakai untuk penggunaan harian, meski masa pakainya lebih pendek dibanding Bollycon, yaitu sekitar 3 bulan. Cocok buat kamu yang suka gonta-ganti motif softlens dan nggak keberatan re-stock lebih sering.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Softlens dengan kadar air lebih rendah seperti Clearie Pure Gray cenderung lebih cepat terasa kering di mata dibanding softlens dengan kadar air di atas 45%, jadi kalau kamu sering di ruangan ber-AC seharian, sedia tetes mata khusus softlens sebagai pendamping.
Untuk softlens dengan opsi minus seperti Bollycon DNA Hazel, pastikan kamu tahu ukuran minus mata sendiri lewat pemeriksaan optik, bukan asal tebak, supaya hasil penglihatan tetap nyaman dan tidak bikin pusing.
Kedua softlens ini juga tetap butuh perawatan standar seperti softlens pada umumnya, dari mencuci dengan cairan khusus sampai mengganti wadah lensa secara berkala, supaya risiko iritasi atau infeksi mata bisa diminimalkan.
Cocok untuk Siapa?
Bollycon DNA Hazel paling pas buat kamu yang butuh softlens warna sekaligus alat bantu lihat karena minus, dan ingin masa pakai lebih panjang tanpa sering ganti stok baru.
Clearie Pure Gray lebih cocok buat kamu yang suka eksplorasi warna mata dingin dan sering merasa kapok sama softlens gradasi yang gampang muter atau bikin kesan juling saat dipakai lama.
Bollycon adalah istilah untuk softlens tanpa garis ring luar yang tegas, sehingga warnanya lebih menyatu dengan warna mata asli dibanding softlens ring tebal yang bikin efek seperti lingkaran jelas di pinggir iris. Karena itu bollycon sering jadi pilihan buat yang mau tampilan mata berubah tapi tetap terlihat natural.
Aman selama kamu memilih softlens yang memang tersedia dalam varian minus sesuai ukuran mata, dan diukur lewat pemeriksaan optik yang tepat. Softlens minus bekerja sama seperti kacamata, hanya bentuknya lensa kontak dengan tambahan warna di permukaannya.
Ini biasanya terjadi karena distribusi berat lensa yang tidak merata, sehingga posisi motif warna bergeser dari pusat pupil saat mata berkedip. Beberapa softlens modern menambahkan desain pemberat di titik tertentu untuk menjaga posisi lensa tetap stabil dan mengurangi risiko ini.
Masa pakai softlens tergantung jenisnya, mulai dari harian, bulanan (3 bulan), sampai yang bisa dipakai hingga 6 bulan asal dirawat dengan benar. Semakin lama masa pakainya, semakin penting juga menjaga kebersihan lensa dan wadah penyimpanannya.
Umumnya iya, softlens dengan kadar air lebih tinggi cenderung membantu mata tidak cepat kering saat dipakai dalam waktu lama. Tapi kenyamanan tetap tergantung kondisi mata masing-masing orang, jadi tidak ada patokan mutlak yang berlaku untuk semua orang.