All Makanan & Minuman
All Kesehatan
All Perawatan dan Kecantikan
All Pakaian Wanita
All Home & Living
All Olahraga
Rekomendit membantu kamu mendapatkan ide belanja. Kami mendapatkan komisi ketika kamu membeli lewat link di web ini. Pelajari lebih lanjut
Rekomendit
Foto: (iStock)
ELEKTRONIK & GADGET | SMART DEVICE

Mau Coba Bikin Konten Aerial? DJI Lito X1 Bisa Jadi Drone Pertamamu

Ghefira Nur Fatimah - Rekomendit

Selasa, 23 Jun 2026 19:44 WIB

Pengen punya konten aerial yang keren kayak di YouTube atau Instagram reels, tapi mikir dua kali soal harga drone yang biasanya bikin kantong jebol? DJI baru aja ngeluarin lineup yang didesain khusus buat masalah ini. DJI Lito X1 jadi salah satu pilihan paling masuk akal buat kamu yang baru mau coba dunia aerial videography.

DJI Lito X1 adalah drone kamera dari DJI yang masuk ke kategori sub-250 gram, alias kelas paling ringan yang biasanya dibebaskan dari beberapa aturan registrasi ketat. Drone ini jadi varian tertinggi dari seri Lito, menggantikan posisi Mini 4K sebagai opsi entry-level DJI yang lebih canggih. Resmi hadir di Indonesia lewat distributor resmi DJI, drone ini menyasar kreator pemula, mahasiswa, sampai siapa pun yang mau mulai eksplorasi konten dari udara tanpa kurva belajar yang ribet.

Rekomendit Rekomendit-approved
Foto: (iStock)

DJI

DJI Lito X1 - Camera Drone | Omnidirectional Obstacle Sensor| 1/1.3-Inch | Under 249gr | 15km Video Transmission

Rekomendit Rp6.100.000 di Shopee

“harga saat kami review”

Keunggulan DJI Lito X1

1. Sensor 1/1.3 Inci dengan 48MP
Kualitas gambar lebih tajam dibanding drone entry-level biasa, plus dukungan 10-bit D-Log M buat kamu yang suka eksplorasi color grading di editing.

2. LiDAR Depan untuk Navigasi Lebih Presisi
Sensor LiDAR membantu deteksi rintangan lebih akurat, terutama di area kompleks seperti banyak pepohonan atau ruang sempit, bahkan saat kondisi minim cahaya.

3. Obstacle Sensing Segala Arah
Kombinasi sensor atas-bawah dan LiDAR depan bikin drone ini lebih susah nabrak, cocok buat kamu yang masih belajar terbang.

4. ActiveTrack dan Mode Otomatis Lengkap
Bisa ngikutin subjek bergerak sampai 12 meter per detik, plus mode QuickShots, MasterShots, Hyperlapse, dan Panorama buat hasil sinematik tanpa perlu skill terbang yang tinggi.

5. Bobot di Bawah 250 Gram
Praktis dibawa kemana-mana, dan biasanya masuk kategori regulasi yang lebih ringan dibanding drone yang lebih berat.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Sebelum beli, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Harganya lebih tinggi dibanding drone entry level biasa, jadi perlu disesuaikan dengan budget dan kebutuhan kamu. Baterai standar cuma cukup sekitar 23 sampai 36 menit terbang tergantung kondisi penggunaan, jadi pertimbangkan beli baterai cadangan atau paket combo kalau sering motret lama. Drone ini juga belum punya mode FPV akrobatik seperti seri Avata, jadi kurang cocok buat kamu yang cari sensasi terbang ekstrem. Terakhir, tetap perlu paham regulasi penerbangan drone yang berlaku di Indonesia sebelum terbang di area publik.

Cocok untuk Siapa?

Tim Rekomendit melihat produk ini paling cocok untuk:

  1. Kreator pemula yang baru mau coba bikin konten aerial tanpa ribet
  2. Mahasiswa atau hobbyist yang butuh drone ringkas buat dibawa traveling
  3. Konten kreator yang cari kualitas gambar lebih tinggi dari drone entry-level biasa, tapi belum mau investasi ke drone kelas profesional
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Secara umum lebih ramah pemula karena regulasinya cenderung lebih ringan dan bobotnya mudah dikontrol. Tapi kamu tetap perlu paham aturan penerbangan dan area larangan terbang di lokasi kamu sebelum mulai terbang.

Lito X1 punya sensor lebih besar, 1/1.3 inci dibanding 1/2 inci di Lito 1, tambahan sensor LiDAR depan, storage internal 42GB yang tidak ada di Lito 1, dan dukungan color profile D-Log M.

Dengan baterai standar, DJI mengklaim waktu terbang hingga 36 menit dalam kondisi ideal. Penggunaan riil dengan obstacle sensing dan tracking aktif biasanya menghasilkan waktu lebih singkat, sekitar 20 sampai 25 menit.

Cocok. Fitur obstacle sensing segala arah dan LiDAR membantu mengurangi risiko nabrak, dan mode otomatis seperti QuickShots bikin kamu nggak perlu skill manual tinggi buat hasil yang bagus.

Deals

Loading ...