Mau Ambil Video dari Atas Tanpa Ribet Remote? Drone Ini Jawabannya
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Senin, 17 Aug 2026 04:02 WIB
Punya drone kelihatannya seru buat ambil video dari sudut pandang udara, tapi kebanyakan orang keder duluan bayangin ribetnya belajar pakai remote control dua stick yang butuh latihan lama sebelum berani terbangin drone beneran. DJI Neo 2 coba menghilangkan hambatan itu dengan konsep terbang tanpa remote sama sekali.
Tentang DJI Neo 2
DJI Neo 2 adalah drone kamera berukuran mini yang dirancang dengan fitur palm takeoff dan landing, artinya drone ini bisa lepas landas dan mendarat langsung dari telapak tanganmu tanpa perlu remote control fisik. Kontrolnya mengandalkan gesture control, gerakan tangan sederhana yang dibaca oleh sensor drone untuk mengatur pergerakan dasar selama terbang.
Meski ukurannya kompak dan cara pakainya simpel, drone ini tetap dibekali kemampuan merekam video dengan kualitas 4K, jadi hasil rekaman dari udara tetap terlihat tajam dan detail meski dioperasikan dengan cara yang jauh lebih sederhana dibanding drone pada umumnya.
DJI
DJI Neo 2 - Camera Drone | Palm Takeoff & Landing | Gesture Control | 4K High-Quality Imaging
Rp3.500.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Keunggulan DJI Neo 2
Palm takeoff dan landing tanpa remote. Ini jadi fitur pembeda utama drone ini dibanding drone konvensional. Kamu cukup meletakkan drone di telapak tangan, dan drone akan lepas landas secara otomatis, begitu juga saat mendarat kembali ke tanganmu. Konsep ini sangat memudahkan pemula yang belum pernah pegang drone sama sekali.
Gesture control yang intuitif. Selain lepas landas dari tangan, drone ini juga bisa dikendalikan dengan gerakan tangan sederhana untuk perintah dasar, mengurangi kebutuhan belajar mengoperasikan stick remote yang rumit bagi pemula.
Kualitas video 4K meski berukuran mini. Walaupun bodinya kecil dan ringan, kemampuan rekam video 4K high-quality memastikan hasil footage dari udara tetap terlihat profesional, cocok dipakai untuk konten media sosial maupun dokumentasi pribadi.
Ukuran ringkas dan mudah dibawa. Bentuknya yang kompak membuat drone ini gampang dibawa bepergian, entah buat liburan, hiking, atau sekadar eksplorasi konten di sekitar rumah tanpa perlu tas khusus drone yang besar.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Fitur gesture control dan palm takeoff memang memudahkan pemula, tapi kontrol berbasis gestur biasanya punya keterbatasan dibanding kontrol manual penuh lewat remote fisik, terutama untuk manuver yang lebih presisi atau kompleks. Kalau kamu berencana serius terjun ke videografi drone profesional, kamu mungkin tetap butuh drone dengan kontrol remote lengkap di masa depan.
Sebagai drone terbang, tetap perhatikan regulasi penerbangan drone yang berlaku di area kamu sebelum menerbangkannya, termasuk batasan ketinggian dan area yang boleh atau tidak boleh diterbangi drone.
Ukuran mini yang ringan juga membuat drone ini lebih rentan terpengaruh angin kencang dibanding drone berukuran lebih besar, jadi sebaiknya hindari menerbangkannya di kondisi cuaca yang terlalu berangin.
Cocok untuk Siapa?
Drone ini paling relevan buat kamu yang baru mau coba dunia videografi udara tapi keder sama kerumitan remote control drone konvensional. Cocok juga buat kamu yang suka jalan-jalan atau hiking dan mau nambah variasi konten dengan footage dari sudut pandang udara tanpa perlu bawa drone besar yang ribet dioperasikan.
Kalau kamu videografer profesional yang butuh kontrol penuh dan presisi tinggi untuk pekerjaan komersial, drone dengan sistem remote lengkap kemungkinan lebih sesuai kebutuhanmu dibanding drone berbasis gesture control seperti ini.
Cukup aman, karena fitur palm takeoff dan gesture control memang dirancang untuk menyederhanakan proses belajar terbang drone, mengurangi risiko kesalahan yang biasa terjadi saat pemula belajar pakai remote stick konvensional.
Untuk kualitas gambar, drone jenis ini tetap bisa merekam video 4K yang tajam. Perbedaannya lebih ke fleksibilitas kontrol manuver, di mana drone dengan remote fisik biasanya menawarkan presisi gerakan yang lebih detail dibanding kontrol berbasis gestur.
Ada. Penerbangan drone di Indonesia diatur oleh regulasi terkait ketinggian terbang dan area yang boleh diterbangi, termasuk larangan di area tertentu seperti sekitar bandara. Sebaiknya cek aturan terbaru yang berlaku di wilayahmu sebelum menerbangkan drone.
Bisa dipakai outdoor, namun karena ukurannya yang ringan, sebaiknya hindari menerbangkannya saat kondisi angin terlalu kencang karena drone berukuran mini lebih rentan terpengaruh dibanding drone berukuran lebih besar dan berat.
Tidak butuh keahlian khusus untuk penggunaan dasar, karena fitur palm takeoff dan gesture control memang dirancang agar mudah dipahami bahkan oleh orang yang belum pernah pegang drone sebelumnya.