Naik KRL atau MRT Tiap Hari? Ini Solusi buat Jarak dari Stasiun ke Kantor
Nafisa Anggi Nauli - Rekomendit
Senin, 28 Sep 2026 12:04 WIB
Turun dari KRL atau MRT, ternyata jarak dari stasiun ke kantor masih lumayan jauh buat jalan kaki, tapi juga kerasa boros kalau harus lanjut naik ojek online tiap hari. Situasi ini sering dialami komuter yang mengandalkan transportasi umum sebagai moda utama, dan skuter listrik lipat bisa jadi pelengkap yang mengisi celah jarak ini.
Tentang Xiaomi Electric Scooter 6
Xiaomi Electric Scooter 6 adalah skuter listrik lipat dengan ban tubeless berukuran 12 inci, lebih besar dibanding kebanyakan skuter listrik di kelasnya. Fitur lipatnya jadi kunci utama buat kamu yang mengandalkan transportasi umum, karena skuter ini bisa dibawa masuk ke dalam gerbong KRL atau kabin MRT dalam kondisi terlipat tanpa makan banyak tempat.
Setelah turun dari stasiun, kamu tinggal buka lipatannya dan lanjut naik skuter untuk menuntaskan sisa perjalanan ke kantor, tanpa harus jalan kaki jauh atau keluar biaya tambahan untuk ojek online.
Xiaomi
Xiaomi Electric Scooter 6 Series | Xiaomi Electric Scooter 6 Lite | Xiaomi Electric Scooter 6 | Desain Nyaman & Stabil di Setiap Perjalanan
Rp6.600.000 di
Shopee
“harga saat kami review”
Keunggulan Xiaomi Electric Scooter 6 untuk Pengguna Transportasi Umum
Bisa dilipat dan dibawa masuk kendaraan umum. Setelah dilipat, skuter ini bisa dibawa masuk ke gerbong KRL atau kabin MRT, mengisi celah perjalanan dari stasiun ke kantor tanpa perlu keluar biaya transportasi tambahan.
Ban besar 12 inci tetap stabil di trotoar perkotaan. Trotoar di sekitar stasiun sering punya permukaan yang tidak rata, dan ban berukuran lebih besar ini membantu skuter tetap stabil melewati kondisi jalan seperti itu dibanding skuter dengan ban kecil.
Jarak tempuh yang cukup untuk beberapa hari pemakaian. Dengan jarak tempuh hingga 45 km sekali cas, kamu nggak perlu ngecas setiap hari kalau rute dari stasiun ke kantor cuma beberapa kilometer, jadi lebih praktis buat rutinitas commuting harian yang konsisten.
Melengkapi keterbatasan jangkauan transportasi umum. Stasiun atau halte tidak selalu berada persis di depan kantor, dan skuter ini membantu menutup jarak tersebut tanpa harus mengandalkan kendaraan bermotor pribadi yang butuh area parkir terpisah.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Sebelum rutin membawa skuter ke dalam KRL atau MRT, cek dulu aturan spesifik operator transportasi yang kamu pakai soal kebijakan membawa skuter listrik terlipat, karena aturan ini bisa berbeda antar operator dan berpotensi berubah sewaktu-waktu, terutama soal jam sibuk yang biasanya lebih ketat pembatasannya.
Bobot skuter yang cukup berat, sekitar 26 kilogram, juga perlu diperhitungkan kalau kamu harus naik turun tangga tanpa lift atau eskalator di beberapa stasiun, karena membawa skuter terlipat dalam kondisi ini cukup melelahkan.
Cocok untuk Siapa?
Skuter ini paling pas buat kamu yang rutin naik KRL, MRT, atau Transjakarta sebagai moda transportasi utama, tapi punya jarak dari stasiun atau halte ke kantor yang terlalu jauh buat jalan kaki setiap hari. Cocok juga buat kamu yang mau mengurangi ketergantungan pada ojek online untuk menutup celah jarak first dan last mile perjalanan harian.
Buat kamu yang sudah punya rute commuting tetap dan konsisten, investasi ke skuter lipat seperti ini lebih masuk akal dibanding terus mengeluarkan biaya ojek online setiap hari kerja.
Kebijakan ini berbeda antar operator transportasi dan bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya cek langsung aturan resmi dari operator yang kamu pakai sebelum rutin membawa skuter ke dalam kendaraan umum, terutama soal jam sibuk yang biasanya punya pembatasan lebih ketat.
Skuter listrik lipat mengisi celah jarak antara stasiun atau halte dengan tujuan akhir seperti kantor, yang biasanya terlalu jauh untuk jalan kaki tapi terlalu dekat untuk naik kendaraan bermotor penuh. Ukurannya yang ringkas dan bisa dilipat membuatnya praktis dibawa sebagai pelengkap transportasi umum.
Idealnya di bawah 5 kilometer per perjalanan, jarak yang umum ditemukan antara stasiun atau halte dengan area perkantoran di banyak kawasan bisnis.
Cukup merepotkan mengingat bobotnya sekitar 26 kilogram. Kalau stasiun yang biasa kamu pakai belum punya akses lift atau eskalator, pertimbangkan faktor ini sebelum memutuskan membeli.
Setelah investasi awal, biaya isi ulang daya listrik jauh lebih murah dibanding akumulasi ongkos ojek online harian, apalagi untuk jarak pendek yang sering dipakai berulang setiap hari kerja.