Smartwatch Kurang Akurat di Kolam? Ini Cara Pantau Detak Jantung
Salsabila Rizqan Daru - Rekomendit
Minggu, 27 Sep 2026 12:01 WIB
Selesai berenang 40 menit, kamu cek grafik detak jantung di smartwatch dan angkanya naik turun tidak masuk akal. Kalau kamu pernah curiga dengan data ini, kecurigaanmu wajar. Polar, produsen alat pemantau detak jantung asal Finlandia, menyebut dalam manual resminya bahwa pengukuran detak jantung dari pergelangan tangan tidak bekerja optimal di dalam air.
Buat kamu yang serius latihan renang, ada cara lain untuk mendapatkan data yang lebih konsisten. Tim Rekomendit membahas caranya, lengkap dengan alat yang bisa dipakai.
Kenapa Detak Jantung dari Pergelangan Sering Meleset Saat Berenang?
Sensor optik membaca aliran darah lewat cahaya yang dipantulkan kulit. Di pergelangan tangan, gerakan lengan saat mengayuh membuat posisi jam bergeser, dan air bisa masuk ke celah antara sensor dan kulit. Kedua hal ini mengganggu pembacaan.
Sinyal Bluetooth juga sulit menembus air, jadi sensor yang hanya mengirim data secara live ke HP tidak bisa diandalkan saat kamu berada di dalam kolam. Solusinya adalah sensor yang dipasang di posisi stabil dan bisa merekam data ke memorinya sendiri.
5 Cara Pantau Detak Jantung Saat Berenang
- Pindahkan Sensor ke Pelipis Pelipis relatif lebih stabil dibanding pergelangan saat berenang. Sensor optik yang dijepit di tali kacamata renang bisa menempel di area ini tanpa terganggu gerakan lengan.
- Pakai Mode Rekam, Bukan Mode Siaran Pilih sensor yang punya memori internal. Data direkam selama kamu berenang, lalu disinkronkan ke aplikasi setelah kamu keluar dari kolam.
- Aktifkan Mode Sebelum Masuk Air Nyalakan dan pilih mode renang di pinggir kolam. Hindari menekan tombol perangkat saat berada di dalam air untuk menjaga ketahanan airnya.
- Pastikan Sensor Menempel Rapat di Kulit Sensor yang longgar akan membaca cahaya dari luar dan menghasilkan data melenceng. Kencangkan tali kacamata secukupnya sampai sensor tidak bergeser.
- Latihan dengan Zona Intensitas Setelah data konsisten, kamu bisa membagi latihan ke zona ringan, sedang, dan berat. Sesi ringan membangun daya tahan, sementara sesi berat dipakai secukupnya supaya tubuh sempat pulih.
Tentang Polar Verity Sense
Polar Verity Sense adalah sensor detak jantung optik yang bisa dipakai di lengan atas, lengan bawah, atau pelipis. Sensor ini memakai 6 LED dan hadir dengan armband tekstil serta klip yang bisa dipasang di tali kacamata renang.
Ada tiga mode: siaran detak jantung live ke perangkat lain, rekam ke memori internal, dan mode renang yang mencatat detak jantung sekaligus metrik renang seperti jarak dan pace di kolam.
Keunggulan Polar Verity Sense
- Mode renang khusus. Mode ini merekam detak jantung, jarak, dan pace saat berenang di kolam, lalu data bisa dilihat di aplikasi Polar Flow.
- Memori hingga 600 jam latihan. Kamu tidak perlu membawa HP ke pinggir kolam. Data tersimpan di sensor dan tersinkron nanti.
- Baterai hingga 30 jam. Sekali isi daya cukup untuk banyak sesi latihan, dan baterainya bisa diisi ulang.
- Tahan air hingga 50 meter. Rating ini membuat sensor aman dipakai berenang di kolam.
- Fleksibel untuk olahraga lain. Di luar kolam, sensor bisa dipakai di lengan untuk lari, bersepeda, atau gym, dan terhubung ke jam tangan maupun aplikasi lewat Bluetooth dan ANT+.
Pengukuran dari pergelangan cenderung kurang optimal di air karena gerakan lengan dan air di antara sensor dan kulit. Sensor yang dipasang di pelipis atau dada biasanya memberi data lebih konsisten.
Pelipis adalah posisi yang umum dipakai untuk sensor optik karena lebih stabil. Sensor dijepit di tali kacamata renang supaya menempel ke kulit.
Sinyal Bluetooth sulit menembus air, jadi untuk berenang gunakan mode renang yang merekam data ke memori internal, lalu sinkronkan setelah selesai.
Polar menyebut baterai Verity Sense bisa bertahan hingga 30 jam latihan dalam sekali pengisian.
Chest strap membaca sinyal listrik jantung sehingga responsnya lebih cepat, sedangkan sensor optik membaca aliran darah lewat cahaya. Sensor optik lebih nyaman dipakai, tapi bisa sedikit tertinggal saat intensitas berubah mendadak.