Minyak Cabai Bukan Cuma Pedas, Ini Bedanya Mala, Chiu Chow, dan Crispy Style
Muhammad Keenan Pasha - Rekomendit
Minggu, 19 Jul 2026 21:35 WIB
Semua minyak cabai kelihatannya sama, warnanya merah dan rasanya pedas. Tapi kalau kamu pernah coba beberapa merek berdampingan, bakal langsung ketahuan bedanya, mulai dari tingkat kepedasan, aroma rempah, sampai tekstur di dalam botolnya.
Tiga minyak cabai berikut mewakili tiga gaya berbeda yang cukup populer, jadi kamu bisa sesuaikan dengan preferensi rasa dan jenis masakan yang biasa kamu buat.
Millimala
Millimala - Szechuan Chili Oil - Mala Chilli Oil - Halal 200 gram
Rp67.500 di
Shopee
“harga saat kami review”
Review Millimala Szechuan Chili Oil
Millimala mengusung gaya Szechuan yang identik dengan rasa mala, kombinasi pedas dan sedikit sensasi kebas di lidah dari rempah Sichuan peppercorn. Karakter ini yang membedakannya dari minyak cabai biasa yang cuma pedas tanpa sensasi tambahan.
Produk ini juga sudah bersertifikasi halal, jadi jadi pilihan yang relevan buat kamu yang penasaran mencoba sensasi mala tapi tetap ingin memastikan kehalalan bahan yang dipakai. Cocok dituang langsung ke mie, dimsum, atau dijadikan cocolan untuk gorengan.
LEE KUM KEE
LEE KUM KEE Chiu Chow Style Chili Oil | Minyak Cabai 205gr
Rp45.100 di
Shopee
“harga saat kami review”
Review Lee Kum Kee Chiu Chow Style Chili Oil
Lee Kum Kee Chiu Chow Style mengambil resep otentik dari daerah Chiu Chow di China, dikenal dengan karakter yang gurih dan pedas seimbang tanpa terlalu dominan salah satu rasa. Teksturnya cenderung lebih halus dibanding varian crispy.
Produk ini diformulasikan tanpa pewarna dan pengawet buatan, jadi cocok buat kamu yang lebih selektif soal kandungan bahan tambahan. Penggunaannya fleksibel, bisa jadi campuran saus celup, tambahan di mie, atau finishing oil untuk masakan tumis yang butuh sentuhan pedas gurih di akhir.
Review Laoganma Chili Oil Crispy
Laoganma adalah salah satu nama paling dikenal secara global di kategori chili oil, dengan karakter crispy yang jadi ciri khasnya. Di dalam botolnya kamu akan menemukan potongan bawang dan kedelai goreng yang menambah tekstur renyah setiap kali dituang ke makanan.
Rasa pedasnya cenderung sedang, tidak seekstrem varian mala, tapi tetap punya karakter gurih yang kuat berkat kombinasi minyak dan bahan crispy di dalamnya. Cocok jadi topping serbaguna untuk nasi putih, mie instan, telur ceplok, sampai tumisan sayur.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Tingkat kepedasan minyak cabai bisa sangat bervariasi antar merek, jadi kalau kamu belum terbiasa dengan rasa mala yang punya sensasi kebas khas, sebaiknya coba dalam jumlah kecil dulu sebelum menuangkannya banyak-banyak. Perhatikan juga endapan di dasar botol pada varian crispy, karena bagian ini justru yang paling banyak mengandung rasa dan tekstur, jadi jangan lupa diaduk sebelum digunakan. Simpan di tempat sejuk dan tertutup rapat untuk menjaga kualitas minyak dalam jangka waktu lama.
Mala adalah kombinasi rasa pedas dari cabai dan sensasi kebas ringan di lidah yang berasal dari Sichuan peppercorn, rempah khas masakan Sichuan, China. Sensasi kebas ini yang membedakannya dari rasa pedas biasa yang hanya berasal dari capsaicin pada cabai.
Minyak cabai crispy seperti Laoganma mengandung potongan bahan renyah seperti bawang dan kedelai goreng yang memberikan tekstur tambahan selain rasa pedas dan gurih dari minyaknya. Minyak cabai biasa umumnya hanya berupa cairan tanpa tambahan tekstur padat di dalamnya.
Bisa digunakan untuk keduanya. Sebagian orang menggunakannya sebagai finishing oil yang dituang di akhir proses masak untuk menambah aroma dan rasa, sementara yang lain menggunakannya langsung sebagai cocolan atau topping tanpa proses memasak tambahan.
Umumnya minyak cabai bisa bertahan beberapa bulan setelah dibuka jika disimpan di tempat sejuk dan tertutup rapat, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Untuk varian dengan bahan padat seperti crispy, perhatikan juga tanda perubahan aroma yang bisa menandakan minyak mulai tengik.