Anak Susah Pakai Inhaler Asma dengan Benar? Alat Bantu Ini Bisa Jadi Solusi
Salsabila Rizqan Daru - Rekomendit
Minggu, 06 Sep 2026 17:02 WIB
Anak yang punya asma sering kesulitan pakai inhaler dosis terukur atau MDI dengan teknik yang benar, karena harus menekan inhaler dan menghirup napas secara bersamaan. Kalau timingnya meleset sedikit saja, obat bisa tertinggal di mulut atau tenggorokan dan tidak sampai maksimal ke paru-paru.
Tentang Rossmax Aerospacer AS175
Rossmax Aerospacer AS175 adalah valved holding chamber, alat bantu yang dipasang di antara inhaler dosis terukur dan mulut pasien untuk membantu pengiriman obat aerosol ke saluran pernapasan sesuai anjuran dokter. Alat ini bekerja sebagai ruang penampung sementara untuk obat yang disemprotkan dari inhaler, sebelum akhirnya dihirup oleh pengguna.
Dengan volume chamber 175ml, alat ini dirancang portable dan mudah digunakan, serta tersedia dalam beberapa ukuran masker yang disesuaikan usia pengguna, dari bayi, anak-anak, sampai dewasa yang bisa memakai mouthpiece langsung tanpa masker.
Keunggulan Rossmax Aerospacer AS175
- Membantu Teknik Inhalasi yang Sulit Dikuasai Banyak anak dan bahkan orang dewasa kesulitan mengoordinasikan tekanan inhaler dengan tarikan napas secara bersamaan.
- Chamber ini mengurangi kebutuhan akan teknik hirup yang presisi, karena obat tertampung sementara di dalam ruang chamber sebelum dihirup perlahan.
- Bebas Latex dan BPA Material yang dipakai bebas dari latex dan bisphenol-A, jadi lebih aman digunakan berulang kali, termasuk untuk anak-anak yang mungkin punya sensitivitas terhadap bahan tertentu.
- Tersedia Ukuran Masker Sesuai Usia Dilengkapi pilihan masker untuk bayi, anak-anak, dan dewasa atau mouthpiece langsung, sehingga satu alat bisa disesuaikan dengan kebutuhan berbagai anggota keluarga yang menggunakan terapi inhaler.
- Bentuk Portable dan Mudah Dibersihkan Desainnya yang ringkas memudahkan dibawa bepergian, sementara konstruksinya yang sederhana juga membuat proses pembersihan setelah pemakaian lebih praktis dibanding alat terapi pernapasan lain yang lebih rumit.
- Alternatif yang Lebih Ringkas Dibanding Nebulizer Untuk kondisi tertentu, spacer bisa bekerja sama efektifnya dengan nebulizer namun dengan ukuran yang jauh lebih ringkas dan tidak butuh sumber listrik, sehingga lebih praktis dibawa saat bepergian atau dipakai di luar rumah.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Alat ini bekerja sebagai pelengkap inhaler dosis terukur, bukan pengganti obat itu sendiri. Penggunaannya tetap harus sesuai resep dan anjuran dokter, termasuk jenis obat dan dosis yang dipakai.
Setelah menggunakan obat pencegah asma dengan spacer, tetap disarankan berkumur untuk mengurangi risiko efek samping di area mulut, sesuai anjuran umum penggunaan inhaler kortikosteroid.
Chamber ini didesain untuk satu pengguna, jadi kalau lebih dari satu anggota keluarga membutuhkan terapi inhaler, sebaiknya masing-masing punya unit terpisah demi kebersihan dan higienitas.
Spacer berfungsi sebagai ruang penampung sementara untuk obat yang disemprotkan dari inhaler dosis terukur, sehingga pengguna tidak perlu menghirup napas secara bersamaan dengan tekanan inhaler. Ini membantu lebih banyak obat masuk ke paru-paru dibanding memakai inhaler langsung tanpa alat bantu.
Aman, dengan catatan menggunakan ukuran masker yang sesuai usia, seperti masker khusus bayi untuk usia 0 sampai 1,5 tahun. Tetap gunakan sesuai anjuran dokter mengenai jenis obat dan frekuensi pemakaian yang tepat untuk kondisi anak.
Nebulizer mengubah obat cair menjadi uap halus menggunakan alat kompresor bertenaga listrik, sementara spacer bekerja sebagai penampung sementara untuk obat dari inhaler dosis terukur tanpa membutuhkan listrik. Keduanya sama-sama membantu terapi pernapasan, tapi dengan mekanisme dan situasi penggunaan yang berbeda.
Umumnya cukup dibilas dengan air bersih setelah pemakaian. Ikuti petunjuk pembersihan resmi dari kemasan produk untuk memastikan chamber tetap higienis dan bebas residu obat yang menumpuk.
Untuk jenis obat pencegah tertentu seperti kortikosteroid, disarankan berkumur setelah pemakaian untuk mengurangi risiko efek samping di area mulut dan tenggorokan. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis obat yang dipakai untuk anjuran yang tepat.